Ingin punya cadangan minyak 30 hari, pemerintah butuh uang Rp 224 T
Pemerintah membutuhkan partisipasi swasta guna membangun cadangan minyak nasional.
Pemerintah saat ini tengah membuat kajian tentang cadangan minyak strategis (strategic petroleum reserve/SPR) di Indonesia. Dalam kajian tersebut pemerintah ingin cadangan minyak strategis di Tanah Air bisa ditingkatkan.
"Target kita kan, 30 hari (cadangannya), atau sebesar 45 juta barel," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), I. G. N. Wiratmaja Puja, di Komisi VII DPR RI, Jakarta, Selasa (8/3) malam.
Kementerian ESDM, kata dia, masih terus mengkaji berapa fasilitas penyimpanan minyak yang akan dibangun untuk stok selama 1 bulan serta lokasi strategis pembangunan cadangan minyak. Disebutkan, investasi untuk pembangunan cadangan minyak ini memiliki nilai yang cukup besar yakni sekitar USD 17 miliar atau setara Rp 224,7 triliun.
"Lumayan (besar investasinya). Kalau komplet banget sekitar USD 17 miliar untuk 45 juta barel," ucapnya.
Selain itu, lanjut Wirat, tidak tertutup kemungkinan swasta akan terlibat dalam pembangunan tangki dan pengelolaan tangki minyak. Tak hanya itu, swasta pun juga bisa menjadi pembeli (offtaker) minyak yang ada di dalam fasilitas penyimpanan minyak.
"Tapi mayoritas offtaker-nya tetap PT Pertamina," kata dia.
Adapun pembangunan tangki cadangan minyak harus memenuhi beberapa syarat yang sudah dipertimbangkan pihaknya. Pertama, tangki harus berdekatan dengan kilang minyak. Kedua, lokasi fasilitas ini berada di dekat konsumen. Ketiga, lokasi tangki harus dekat dengan akses pelayaran.
"Jangan sampai sulit dijangkau itu tangki," tuturnya.
"Insya Allah tahun ini kajiannya selesai. Semester pertama, mungkin draf (roadmap) terbentuk," tukas dia.
Baca juga:
Ini keuntungan membangun kilang minyak mini
Aturan pembangunan kilang mini jadi kado Lebaran pemerintah Jokowi
ESDM diminta hidupkan kembali kilang mini di Bojonegoro
ESDM: Indonesia punya 8 lokasi potensial bikin kilang mini
Pemerintah niat bangun kilang mini seperti di Rusia
Bantah Rizal Ramli, Jubir Jokowi sebut nasib Blok Masela belum putus
Kemenko Maritim urai dampak minus kilang laut Blok Masela