Inflasi Oktober 0,01 persen, Mendag Enggar klaim berkat kebijakan HET
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat telah terjadi inflasi sebesar 0,01 persen pada Oktober 2017. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai rendahnya besaran inflasi itu karena pemerintah telah menerapkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat telah terjadi inflasi sebesar 0,01 persen pada Oktober 2017. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai rendahnya besaran inflasi itu karena pemerintah telah menerapkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET).
"Inflasi kita bagus sekali. Hari ini diumumkan hanya 0,01 persen," kata Mendag Enggar di Bekasi, Rabu (1/11).
Menurut Mendag Enggar, besaran inflasi paling besar disumbang oleh beras medium. Di mana, persediaan sempat menurun di pasaran. "Anda bayangkan kalau tidak ada HET, apa yang terjadi dengan kondisi seperti ini? Maka, dengan adanya HET, kita bisa kendalikan ini," ujarnya.
Dia mengatakan, akan terus mengawasi stok dan harga di seluruh pasar. Hal itu dilakukan untuk menjaga kestabilan harga. Namun, jika terus mengalami kenaikan harga, Kemendag akan melakukan operasi pasar.
Oleh karena itu, mendag optimistis inflasi dari bahan pokok tersebut masih akan terjaga. "InsyaAllah target pemerintah tercapai kalau dilihat dari perkembangan. Sampai dengan ini saja 0,01 persen," tandasnya.
Baca juga:
Sumbang inflasi, tarif listrik di Batam masih tinggi karena ditentukan Pemda
BPS: Harga cabai merah dan beras masih tinggi di Oktober 2017
Harga komoditas stabil, inflasi Oktober 2017 tercatat hanya 0,01 persen
Transportasi online berperan wujudkan ekonomi Indonesia 5 besar dunia
Bank Indonesia prediksi inflasi di Oktober masih terkendali
3 Tahun Jokowi-JK, Menko Darmin banggakan pertumbuhan ekonomi terus membaik
4 Dampak pelemahan Rupiah, dari inflasi hingga PHK