LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Industri Batubara Diprediksi Bakal Kalah Saing dengan Energi Baru Terbarukan

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot mengatakan, jika EBT semakin berkembang pesat akan membuat harganya bersaing dengan batubara, kondisi ini bisa menggeser peran batubara ke depan.

2019-11-20 18:21:46
Kementerian ESDM
Advertisement

Batubara diprediksi akan kalah bersaing ‎dengan Energi Baru Terbarukan (EBT) jika pengembangan energi bersih tersebut semakin masif. Oleh sebab itu pemerintah meminta pengusaha untuk segera melakukan hilirisasi.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot mengatakan, jika EBT semakin berkembang pesat akan membuat harganya bersaing dengan batubara, kondisi ini bisa menggeser peran batubara ke depan.

"Kalau EBT berkembang pesat harga keekonomian lebih murah dari batubara," kata Bambang ‎dalam diskusi di Bimasena Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (20/11).

Advertisement

Bambang mencontohkan, saat ini India sedang menggarap program kelistrikan dengan total kapasitas 175 Giga Watt (GW), mayoritas berasal dari pembangkit dengan energi primer EBT. Harga listrik dari pembangkit tersebut rata-rata 4 cent per Kilo Watt hour (kWh), lebih murah dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berbahan bakar batubara.

"Saya mengingatkan tambang batubara walau. energy mix 2050 batubara masih, tapi kalau EBT berkembang pesat bisa berubah total," ujarnya.

Advertisement

Antisipasi Kalah Saing

Menurut Bambang, untuk mengantisipasi kalah saingnya batubara dengan energi bersih tersebut, perusahaan batubara perlu melakukan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah. Hal tersebut seperti yang dilakukan China, mengolah batubara menjadi avtur dan produk turunan lainya.

"Adied value di sini sangat banyak masalahnya, kalau serius kita bisa dekati bagaimana memberikan keekonomian mari kita buat bersama. Kalau tidak proses lanjut jadi masalah," tandasnya.

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.