LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Indonesia Tak Sendiri Alami Penurunan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2021 mencapai 3,51 persen. Jumlah itu merosot dibanding pencapaian di kuartal II 2021 lalu, yang sebesar 7,07 persen.

2021-11-05 10:53:14
Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2021 mencapai 3,51 persen. Jumlah itu merosot dibanding pencapaian di kuartal II 2021 lalu, yang sebesar 7,07 persen.

Ledakan kasus Covid-19 dan kebijakan PPKM Darurat pada triwulan ketiga lalu turut mempengaruhi capaian tersebut. Perlambatan pertumbuhan ekonomi di kuartal III juga dialami berbagai negara dunia yang jadi mitra dagang Indonesia, termasuk salah satu yang terbesar yakni China.

"Pertama Tiongkok, di kuartal III 2021 ekonominya tumbuh 4,9 persen. Itu melambat dibanding kuartal II 2021," terang Kepala BPS Margo Yuwono dalam sesi teleconference, Jumat (5/11).

Advertisement

Margo menyampaikan, pertumbuhan ekonomi yang melambat juga dirasakan Amerika Serikat (AS) menjadi sebesar 4,9 persen. Lalu Singapura yang merosot jauh dari 15,2 persen menjadi 6,5 persen, hingga Korea Selatan yang hanya tumbuh sebesar 4 persen.

"Bahkan Vietnam di kuartal III 2021 mengalami kontraksi - -6,2 persen. Karena di Vietnam pada Juli-September 2021 ada pengetatan mobilitas, dan itu turut berdampak terhadap ekonominya," sambung Margo.

Negara lain yang pertumbuhan ekonomi di triwulan ketiganya tidak sebaik di kuartal II 2021 yakni Hong Kong yang sebesar 5,4 persen, dan Uni Eropa yang melambat jadi 3,9 persen.

Advertisement

Selanjutnya

Kendati begitu, Margo menyoroti ekonomi global yang secara umum masih menunjukan adanya perbaikan. Itu terlihat dari indikator Purchasing Manager's Index (PMI) global pada Juli-September yang masih berada di atas 50.

Lalu, perkembangan harga komoditas untuk sektor makanan dan pertambangan di pasar internasional juga masih mengalami peningkatan, baik secara tahunan maupun kuartalan.

"Informasi harga komoditas untuk makanan seperti minyak kelapa sawit, cokelat, kopi, dan beberapa hasil tambang seperti nikel, timah, alumunium itu secara qtq dan yoy meningkat," papar Margo.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.