Indonesia-Palestina sepakati kerjasama perdagangan bebas
Indonesia dan Palestina resmi membuka perdagangan bebas, melalui Konferensi Tingkat Menteri World Trade Organization (WTO) ke-11 di Buenos Aires, Argentina, akhir tahun lalu. Untuk tahap awal dari perjanjian dagang ini, Palestina akan mengekspor dua produknya yaitu kurma dan minyak zaitun (olive oil) ke Indonesia.
Indonesia dan Palestina resmi membuka perdagangan bebas, melalui Konferensi Tingkat Menteri World Trade Organization (WTO) ke-11 di Buenos Aires, Argentina, akhir tahun lalu. Untuk tahap awal dari perjanjian dagang ini, Palestina akan mengekspor dua produknya yaitu kurma dan minyak zaitun (olive oil) ke Indonesia.
"Kami membahas mengenai implementasi dari perjanjian yang telah di tanda tangani dengan Menteri Ekonomi Palestina di Buenos Aires. Untuk tahap awal dari perjanjian ini, akan masuk dua komoditi dari Palestina, yaitu kurma dan olive oil," ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Kantornya, Jakarta, Rabu (23/5).
Enggar menambahkan, selanjutnya akan ada pembahasan lebih detail antara perwakilan dua negara guna menentukan produk-produk apa saja yang Palestina ekspor ke Indonesia dan juga sebaliknya. Masing-masing produk tidak akan dibebaskan dari bea masuk.
"Kami membuka untuk seluruh produk Palestina, apa pun. Dan ini zero tariff. Berikutnya kita sepakat untuk tingkat kerja sama perdagangan yang lebih luas. Kedua pihak tidak mau ada free rider atau produk lain atas nama Palestina yang masuk ke Indonesia (atau sebaliknya)," imbuhnya.
Nantinya, pembahasan lebih dalam mengenai kerja sama ini akan dilaksanakan pada pertengahan tahun ini. Nantinya kedua negara akan menyusun daftar produk-produk yang dibutuhkan.
"Mereka akan susun list-nya, kita juga bikin list produk yang bisa masuk ke sana. Zero tarif, sehingga Palestina bisa dapat harga produk murah. Pertengahan tahun ini kedua tim akan duduk bersama membahas hal tersebut. Mungkin, Juli, Agustus atau Oktober kita siap. Alternatif tempatnya apakah di Palestina atau Indonesia. Kalau di Indonesia, bisa di Jakarta atau Yogyakarta, karena kita beri beasiswa masyarakat Palestina di Yogyakarta," tandas dia.
Sebagai informasi, neraca perdagangan Indonesia-Palestina pada 2016 mencapai USD 2,5 juta. Dari nilai tersebut, Indonesia mendominasi dengan ekspor ke Palestina sekitar USD 2,23 juta. Sedangkan nilai ekspor Palestina ke Indonesia hanya sebesar USD 284 ribu.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Brasil sepakati persetujuan bebas visa dengan Indonesia
Wapres JK harap China bisa investasi lebih besar ke Indonesia
Kunjungi Jokowi, PM Tiongkok janji jaga perdamaian Laut China Selatan
Barisan pelajar sambut kedatangan PM China di Istana Bogor
PM China dijadwalkan akan bertemu Jokowi dan Jusuf Kalla