LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Indonesia Miliki Fintech Syariah Terbanyak Dunia

Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) Ronald Wijaya mengatakan masa pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan fintech syariah tumbuh pesat. Bahkan jumlah fintech syariah di Indonesia menjadi yang terbanyak di dunia.

2020-11-05 20:05:08
Fintech
Advertisement

Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) Ronald Wijaya mengatakan masa pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan fintech syariah tumbuh pesat. Bahkan jumlah fintech syariah di Indonesia menjadi yang terbanyak di dunia.

“Fintech Syariah telah mengalami pertumbuhan yang pesat dan Indonesia memiliki fintech Syariah terbanyak di dunia," kata Ronald dalam Media Brief Pekan Fintech Nasional 2020 dan Indonesia Fintech Summit 2020 secara virtual, Jakarta, Kamis (5/11).

Meski begitu Ronald menilai masih banyak ruang bagi fintech Syariah untuk terus berkembang. Digitalisasi di sektor jasa keuangan merupakan aspek yang sangat penting.

Advertisement

Salah satu contohnya yaitu kontribusi positif industri fintech dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia selama pandemi COVID-19. Khususnya, bagi pembayaran digital yang membantu masyarakat dan UMKM dalam melakukan transaksi selama PSBB.

Pinjaman online yang terus memberikan akses finansial bagi UMKM dan peminjam individu, dan dukungan yang dihasilkan untuk pertumbuhan investor reksa dana. Termasuk juga untuk mempercepat distribusi obligasi ritel Indonesia di pasar modal, dan penyaluran program bantuan sosial.

Advertisement

Selanjutnya

Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) mencatat total 55 inisiatif dari 52 perusahaan fintech untuk mengurangi dampak dari pandemi terhadap ekonomi. Sasarannya antara lain menyasar masyarakat (47,3 persen), UMKM (45,4 persen), pemerintah (5,5 persen), dan lainnya (1,8 persen).

Situasi ekonomi dan dukungan industri fintech tersebut menjadi salah satu latar belakang dipilihnya tema besar untuk pergelaran PFN 2020 dan IFS 2020. Adapun acara IFS 2020 akan berfokus pada langkah-langkah percepatan digitalisasi jasa keuangan Indonesia, dengan tujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan mendukung transformasi digital.

Beberapa topik bahasan yang akan menjadi sorotan diskusinya antara lain, digitalisasi sistem pembayaran Indonesia dan dampaknya terhadap perekonomian; Lalu Inovasi keuangan digital: SupTech dan RegTech. Teknologi dan infrastruktur fintech. Terakhir, Perkembangan Fintech Syariah di Indonesia.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.