Indonesia-Italia makin akrab usai Inter Milan dibeli Erick Thohir
Italia mulai lirik sektor investasi Tanah Air.
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani menyebut, kepemilikan saham mayoritas Internazionale Milan Football Club oleh pengusaha ternama Indonesia, Erick Thohir, menjadi berkah untuk Indonesia. Sebab, semenjak saat itu hubungan bisnis Indonesia dengan Italia terjalin dengan baik.
"Kita melihat sekarang hubungan bisnis Indonesia dengan Italia semakin baik. Terutama sejak Inter Milan diambil alih oleh Erick Thohir. Keinginan orang Italia untuk datang, bertemu dan berkomunikasi dengan Indonesia semakin besar. Jadi kita coba gali," ujar Rosan usai penandatangan nota kesepahaman dalam rangka peningkatan kerja sama perdagangan dengan Italian Business Association in Indonesia (IBAI) di Pusat Kebudayaan Italia, Jakarta, Rabu (27/4) malam.
Sejumlah sektor investasi Tanah Air kini tengah dilirik Italia, salah satunya adalah di sektor energi. "Kemarin mereka menyatakan minat untuk investasi dalam proyek pembangunan energi Indonesia menggunakan gas dan geothermal senilai USD 700 juta," kata dia.
Guna memuluskan niat baik tersebut, Kadin dan IBAI akan membentuk tim kecil untuk memantau perkembangan tersebut dan sektor potensial lainnya yang bisa dijajaki.
"Tim kecil ini nantinya akan melihat industri apa saja yang bisa lebih dikembangkan," ucapnya.
Wakil Ketua IBAI sekaligus Presiden Direktur Piaggio Indonesia, Alberto Simeone mengatakan pihaknya senang bisa kerja sama ini. Menurutnya, Indonesia punya sejumlah potensi yang menggiurkan terutama dalam infrastruktur.
"Kami melihat banyak perkembangan ekonomi yang baik disini. Selalu ada stabilitas yang sangat baik. Kami ingin fokus kerjasama dan investasi di teknologi, infrastruktur dan produk," pungkasnya.
Baca juga:
Desainer Tanah Air ingin unjuk gigi di Milan Fashion Week
Kadin dan asosiasi pengusaha Italia genjot kerja sama dagang
Menteri Hanif harap 200 ribu pekerja magang di Kadin saban tahun
Darmin nilai peningkatan kompetensi pekerja RI lambat
Hadapi pasar bebas, Kadin siap bantu pemerintah latih tenaga kerja
Hingga 2020, Kadin targetkan cetak 1 juta pengusaha
Genjot bisnis kelapa, Kadin dorong pemerintah bentuk koperasi