Indonesia hati-hati bahas perdagangan bebas Asia Pasifik
FTAAP pertama kali dicetuskan APEC Business Advisory Council (ABAC) pada 2006.
Indonesia memilih berhati-hati pada usulan zona perdagangan bebas Asia Pasifik. Delegasi Indonesia dalam forum pertemuan Menteri Perdagangan APEC 2014 di Qingdao, Provinsi Shandong, China memilih opsi meningkatkan kerja sama regional yang telah ada.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, perundingan Trans-Pacific Partnership dan Regional Comprehensive Economic Partnership tidak dapat langsung menggabungkan kedua inisiatif regional ini menjadi Free Trade Area of the Asia-Pacific (FTAAP)."Keduanya berbeda baik dalam hal ambisi maupun isu yang dicakup," katanya seperti dilansir antara, Minggu (18/5).
Dia mengatakan APEC ke depannya harus tetap bersifat sukarela dan berpegang pada prinsip kerjasama, bukan sebuah forum yang mengikat secara hukum. Gagasan zona perdagangan bebas Asia Pasifik (Free Trade Area of the Asia-Pacific/FTAAP), pertama kali dicetuskan APEC Business Advisory Council atau ABAC pada 2006. Tetapi, gagasan ini belum menjadi perhatian khusus APEC.
Para Pimpinan APEC sepakat mempelajari prospek jangka panjang FTAAP, yang ditindaklanjuti para dengan menyusun model measures yang dapat dijadikan referensi bila anggota APEC merundingkan sebuah FTA. China sebagai tuan rumah pertemuan Menteri Perdagangan APEC, ingin menjadikan isu FTAAP sebagai salah satu pembahasan utama APEC 2014.
(mdk/arr)