Indonesia harusnya iri dengan Malaysia dalam kelola dana haji
Dadi menjelaskan, saat ini dana haji Malaysia mencapai kurang lebih Rp 180 triliun, yang telah dimanfaatkan untuk jemaah. Dengan pengelolan yang tepat, dana haji tersebut dapat mengurangi ongkos atau biaya naik haji.
Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PBNU, Dadi Darmadi mengatakan, Indonesia tertinggal jauh dari negara tetangga, Malaysia telah lebih dulu mengelola dan memanfaatkan dana haji. Namun, pemanfaatan di Malaysia untuk kepentingan jemaah.
"Kita terlambat 54 tahun mau tidak mau kita belajar dari Malaysia bagaimana Malaysia sekarang (mengelola) tabungan hajinya," katanya dalam diskusi di Jakarta, Minggu (6/8).
Dadi menjelaskan, saat ini dana haji Malaysia mencapai kurang lebih Rp 180 triliun, yang telah dimanfaatkan untuk jemaah. Dengan pengelolaan yang tepat, dana haji tersebut dapat mengurangi angkos atau biaya naik haji.
"Dapat mengurangi biaya haji, standard ONH Plus dengan biaya yang lebih murah itu karena mereka punya pengelolaan haji yang sangat luar biasa, secara otomatis punya dampak terhadap pelayanan jemaah haji."
Menurutnya, Indonesia perlu iri dengan Malaysia yang mengelola dana haji dengan baik dan professional. Ditambah tabungan dana haji Malaysia bisa membayar beberapa perusahaan yang bangkrut.
"Kita sangat iri sekali. Ketika orang malaysia dana tabungan haji itu betul-betul memberikan pelayanan yang sangat VVIP," katanya.
Baca juga:
DPR sebut haram dana haji digunakan untuk bangun infrastruktur
Investasi dana haji rentan untuk bayar utang jatuh tempo Rp 810 T
DPR: Dana haji lebih baik digunakan untuk kepentingan jemaah
Investasi dana haji untuk infrastruktur minim risiko & untung besar
Ini proyek infrastruktur Jokowi yang akan dibiayai dari dana haji