LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Indonesia Dibanjiri Teh Impor Asal Thailand

Dia mengungkapkan, pasar dalam negeri mengalami kenaikan konsumsi. Namun ironisnya hal tersebut juga dibarengi dengan kenaikan impor teh hingga 400.000 ton.

2019-03-13 15:11:34
ekspor impor
Advertisement

Ketua Bidang Kerjasama Dalam dan Luar Negeri Dewan Teh Indonesia (DTI), Iriana Ekasari menyebut bahwa Indonesia saat ini kebanjiran teh dari negara lain. Salah satunya dari Thailand atau lebih dikenal dengan sebutan Thai Tea.

Dia mengungkapkan, terjadi demand atau permintaan cukup tinggi dari pasar dalam negeri. Produksi teh Tanah Air tidak mencukupinya. Padahal, kualitas Thai Tea tidak jauh lebih baik dari teh asli Indonesia.

"Kita juga kebanjiran teh dari Thailand dan ini isinya 400 gram Rp 50.000, satu cup sekitar 2 gram. Ini yang banyak dipakai di mall-mall, Thai Tea. Jadi dalamnya tidak lebih baik dari teh kita, kita bisa menghasilkan teh seperti ini," kata dia dalam sebuah acara diskusi di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (13/3).

Advertisement

Dia mengatakan, Indonesia merupakan pasar yang potensial untuk teh. Sayangnya, industri teh dalam negeri belum mampu memaksimalkan potensi tersebut. "Jadi pasar kita itu menjadi pasar yang besar untuk teh, cuma bagaimana industri dalam negeri memanfaatkan peningkatan pasar ini," ujarnya.

Dia mengungkapkan, pasar dalam negeri mengalami kenaikan konsumsi. Namun ironisnya hal tersebut juga dibarengi dengan kenaikan impor teh hingga 400.000 ton.

Perbandingan impor dibanding ekspor secara volume adalah 27 persen dari total ekspor. "Kita secara value sudah 30 persen. Jadi kalau kita ekspor 100 juta Dolar, kita Impor 27 juta," ujarnya.

Advertisement

Selain itu, Indonesia dinilai kurang kuat membuat branding tehnya. Sehingga ketika ada turis datang ke Indonesia tidak tertarik untuk membawa pulang teh sebagai oleh-oleh ke negara asalnya. "Jadi kita sebenarnya punya pasar di dalam negeri. Produksi 140 ribu ton, impor 15 ribu ton, total 155 ribu ton. Ekspornya hanya 49 ribu," ujarnya.

Kondisi ini menjadi tantangan sendiri bagi industri teh tanah air. "Padahal teh kita bisa dijadikan Indonesian Signature yang punya taste sendiri, di sinilah tantangan industri untuk berinvestasi supaya teh teh anda menjadi premium dan naik," tutupnya.

Baca juga:
Lindungi Pasar Dalam Negeri, Tarif Impor Bea Masuk Teh Harus Dinaikkan
Lahan Kebun Teh di Indonesia Semakin Berkurang
Inspiratif, mahasiswa Unnes kembangkan teh herbal berbahan baku bunga mawar
4 Perusahaan besar mendadak bangkrut, ini penyebabnya
PT Sariwangi diputus pailit, Unilever pastikan produk SariWangi tetap diproduksi
Gagal bayar utang, PT Sariwangi diputus pailit

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.