LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Indonesia di ambang krisis stok lobster dan kepiting bertelur

Lobster asal Lombok paling banyak dicuri untuk dibudidayakan di Vietnam.

2015-01-19 17:39:33
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Advertisement

Pemerintah menyatakan kekayaan laut Indonesia di ambang krisis. Krisis kekayaan laut Indonesia di antaranya komoditas lobster, kepiting dan rajungan telur.

Kepala Balitbang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Achmad Poernomo mengungkapkan, banyak zona merah atau masuk kategori krisis di laut Indonesia. Lokasi tersebut, yakni Lautan Hindia Barat, Pantai Barat Sumatera, Natuna, Pasific Utara Papua, Arafura, Laut Jawa, Hindia bagian Timur Selatan Jawa.

Alhasil, penangkapan berlebihan terhadap lobster, kepiting, dan rajungan telur, membuat hidup para nelayan semakin sulit. "Ditempat lain memang masih memungkinkan untuk kehati-hatian khususnya tiga spesies ini," kata Achmad di Jakarta, Senin (19/1).

Maka itu, guna mengembalikan kekayaan laut, KKP mengeluarkan Permen Nomor 1 Tahun 2015 tentang pelarangan penangkapan dan perdagangan lobster, kepiting dan rajungan dalam kondisi bertelur serta berdasarkan ukuran yang ditentukan. Langkah ini sebagai upaya menjaga kelestarian alam.

"Untuk kelompok ikan seperti ini ada generasi baru, misalnya lobster itu kalau tidak bisa diberikan maka kita khawatirkan stoknya berkurang, dan bukti dilapangan juga penangkapan hasilnya semakin kecil," terangnya.

Dia menambahkan, lobster asal Lombok paling banyak dicuri untuk dibudidayakan di Vietnam. Direktur Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K), Toni Rohimat mencatat, untuk lobster, potensi penangkapannya mencapai 7.790 ton per tahun. Bahkan, pada 2013 penangkapan mencapai 16.000 ton per tahun secara nasional,

"Produksi 2013 ini sudah 100 persen artinya tabungan sudah diambil, diambil stok yang sudah berlebihan," kata Toni.

Sementara itu, untuk kepiting, potensi penangkapan pada 2014 sebesai 33.000 ton. Namun, angka ini belum dihitung menyeluruh. Toni melanjutkan, penangkapan untuk rajungan telur juga mengalami peningkatan tangkapan. "Tetapi semakin kesini semakin kecil tangkapan 52 ton," tutupnya.(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.