LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Indonesia Butuh Terobosan Hindari Peningkatan Pengangguran Imbas Digitalisasi

Pemerintah menilai, transformasi digital jadi salah satu momen yang harus dimanfaatkan semua pihak. Namun, negara perlu membuat sebuah inovasi guna menghindari terjadinya kenaikan angka pengangguran akibat transformasi digital.

2022-03-15 15:03:37
digital
Advertisement

Pemerintah menilai, transformasi digital jadi salah satu momen yang harus dimanfaatkan semua pihak. Namun, negara perlu membuat sebuah inovasi guna menghindari terjadinya kenaikan angka pengangguran akibat transformasi digital.

"Indonesia butuh terobosan untuk menghindari jumlah pengangguran karena perubahan proses bisnis, sekaligus pandemi Covid-19," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutan video pada Kick Off Digital Economy Working Group G20 2022, Selasa (15/3).

Menko Airlangga mengatakan, diskusi dan kajian di bidang ini penting untuk mengawal proses pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Merujuk laporan Bank Dunia di 2021, dia menyebut Indonesia masuk 5 besar negara di dunia dengan tingkat penggunaan internet tertinggi.

Advertisement

"Rata-rata 80 persen waktu masyarakat Indonesia digunakan untuk memanfaatkan teknologi internet, baik berkomunikasi, surfing di media sosial, maupun kegiatan lainnya," tuturnya.

Artinya, peluang dapat dioptimalkan dengan pemanfaatan internet secara lebih produktif, didukung pemerataan akses infrastruktur digital. "Termasuk melakukan investasi di sektor 5G, peningkatan kebijakan tata kelola ekonomi digital, dan perkembangan kecakapan dan literasi digital," kata Menko Airlangga.

Advertisement

Waspadai Transformasi Digital

Menteri Airlangga mengaku terus mewaspadai proses transformasi digital yang terjadi saat ini. Bukan hanya dari sisi positifnya saja, fenomena ini justru potensi merugikan jika tidak bisa dikelola dengan tepat.

"Digitalisasi berkembang pesat seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi melakukan percepatan pemulihan dengan konektivitas yang cepat, di lain pihak menciptakan kesenjangan karena masalah literasi dari masyarakat," ujarnya dalam sambutan video pada Kick Off Digital Economy Working Group G20 2022, Selasa (15/3).

"Transformasi digital juga tidak sebatas teknologi dan juga lifestyle, tetapi mengurangi gap dan mempercepat keseimbangan, juga mendukung pemulihan yang cukup cepat," dia menambahkan.

Dengan memegang Presidensi G20 2022, Indonesia lantas menempatkan isu digitalisasi sebagai salah satu katalisator utama sumber pertumbuhan perekonomian.

Melalui Presidensi G20, Pemerintah RI ingin membahas pemanfaatan digital dalam tiga kerangka utama, yakni di lingkup kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, serta transisi energi.

"Komitmen anggota G20 dalam pembahasan perkembangan teknologi digital, termasuk ekonomi digital, terwujud dengan meningkatkan digital ekonomi tax force menjadi digital ekonomi working group dalam Presidensi G20 Italia tahun lalu," paparnya.

"Dengan elevasi tersebut, digital ekonomi working group diberi mandat untuk melakukan pembahasan ekonomi secara lintas sektor, mewujudkan ekosistem yang inklusif, memberdayakan masyarakat, dan berkelanjutan," tandas Menko Airlangga.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.