Indonesia butuh 3 tahun masuk ke pasar bebas Eropa
Proses yang dibutuhkan untuk bisa masuk ke dalam perdagangan tersebut tidak bisa cepat.
Staf khusus Menteri Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan Indonesia harus bisa bersabar untuk bisa menikmati manfaat kerja sama perdagangan bebas Uni Eropa atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU CEPA). Alasannya, proses yang dibutuhkan untuk bisa masuk ke dalam perdagangan tersebut tidak bisa cepat.
Dia mencontohkan, Vietnam membutuhkan waktu tiga tahun untuk bisa bergabung kedalam pasar perdagangan Eropa tersebut.
"Sebagai gambaran saja dengan Vietnam mereka selesai tiga tahun. Dimulai Oktober 2012 sampai Desember 2015, tiga tahun waktunya," kata Iman di Jakarta, Jumat (11/3).
Pemerintah, kata dia, terus berupaya mempersiapkan dokumen-dokumen yang akan dibahas dengan Uni Eropa. Sebab, pemerintah tidak ingin nantinya kerja sama yang dilakukan tak membuahkan hasil bagi perekonomian di Tanah Air.
"Kita masih membahas Scoping Paper. Targetnya bulan April selesai," pungkas dia.
Sekedar informasi, Indonesia telah memasuki pasar bebas ASEAN (MEA). Saat ini, pemerintah tengah melakukan ekspansi dengan memasuki perdagangan bebas Uni Eropa.
Baca juga:
Pemerintah siapkan draf resmi jelang berunding dengan Uni Eropa
Indonesia tidak akan melepas hubungan dagang dengan Israel
Seruan boikot produk Israel tidak akan efektif
Yordania tertarik bangun pabrik pupuk dan kelapa sawit
Putri Belgia promosikan cokelat dan bir ke Indonesia
Putri Belgia bakal blusukan di Jakarta, Bogor, dan Bandung
Di sela KTT OKI, RI-Tajikistan bahas peningkatan kerjasama ekonomi