Indonesia bisa contoh Korea kembangkan ekonomi kreatif
"Saya sepakat dalam jangka pendek yang dibutuhkan adalah ekonomi kreatif," kata Bustanul.
Pengamat Ekonomi, Bustanul Arifin mengingatkan pemerintah Jokowi-JK untuk segera melakukan diversifikasi ekonomi yang mencakup seluruh sektor, baik mikro maupun makro. Hal ini menjadi salah satu cara menghadapi pelemahan ekonomi global yang masih melemah ke depannya.
"Kita perlu banyak strategi untuk mencakup seluruh sektor ekonomi yang jumlahnya ada 17 sektor untuk mengambil kesempatan untuk meningkatkan perekonomian kita," kata Bustanul di Lampung, Jumat (29/7).
Menurutnya, salah satu strategi tersebut adalah dengan mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia. Mengingat, Indonesia memiliki potensi besar yang bisa dikembangkan, baik dari sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM).
"Saya sepakat dalam jangka pendek yang dibutuhkan adalah ekonomi kreatif. Di Korea saja, dia bisa mengembangkan ekonomi kreatif, budaya kreatif, wisata kreatif, dan sebagainya. Sehingga mereka mampu untuk meningkatkan perekonomian mereka," imbuhnya.
Lanjut Bustanul, perlu adanya pengembangan dan terobosan baru agar Indonesia bisa mengadaptasi paket-paket kreatif seperti yang dilakukan Korea. Yakni, dengan peningkatan SDM di berbagai daerah.
"Yang harus dipersiapkan adalah SDM kita. Anak kita yang masuk IPA hanya 15 persen. Padahal sains, teknologi, dan engineer itu penting untuk kemajuan ekonomi kreatif," jelas Bustanul.
Baca juga:
Indeks ekonomi digital 2016: Indonesia naik enam peringkat
Komitmen Lippo Grup dukung industri ekonomi kreatif RI
Industri busana muslim sumbang pertumbuhan terbesar ekonomi kreatif
Pengusaha yakin industri kreatif jadi lokomotif pertumbuhan ekonomi
Aher dorong bank daerah ambil peluang bisnis pengusaha baru
Saran untuk Jokowi jadikan Indonesia negara ekonomi digital terbesar
Bekraf beri 1.000 pendaftaran HKI dan konsultasi ekonomi gratis