Indonesia berada di peringkat 21 dalam penolakan ekspor perikanan
Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rina, mengatakan saat ini Indonesia menduduki ranking 21 dalam penolakan ekspor hasil perikanan. Ekspor perikanan budidaya seperti ikan nila dan lele sudah dapat menembus pasar Eropa.
Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rina, mengatakan saat ini Indonesia menduduki ranking 21 dalam penolakan ekspor hasil perikanan.
"Penolakan ekspor kita turun. Hal ini karena keamanan kita sudah lebih baik dibandingkan negara Asia lainnya dimana Vietnam dengan 38 kasus, India 31 kasus dan Thailand 19 kasus," ujarnya di Gedung KKP, Jakarta, Rabu (11/1).
Menurutnya, ekspor perikanan budidaya seperti ikan nila dan lele sudah dapat menembus pasar Eropa. Hingga 2016, tercatat Indonesia sudah melakukan 86.582 kali ekspor hasil perikanan.
Walau begitu, Kepala Pusat Sertifikasi Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP), Widodo Sumiyanto menjelaskan sepanjang tahun 2016 produk perikanan Indonesia ditolak di Uni Eropa. Alasannya, mutu dan administrasi yang membuat ekspor ikan ke Uni Eropa ditolak.
Pada 2016, ada 7 kasus, yang paling banyak adalah Rusia terdiri dari 4 kasus dikarenakan ikan-ikan hasil tangkap Indonesia mengandung logam berat. "Sepanjang 2016, produk perikanan Indonesia tercatat memiliki 7 kasus di Uni Eropa. Akibatnya, produk-produk perikanan ini mendapatkan penolakan saat diekspor ke negara mitra dagang Indonesia di kawasan tersebut," pungkasnya.
Baca juga:
Sepanjang 2016, Menteri Susi selamatkan sumber daya ikan Rp 306 M
Berantas kapal ilegal, anak buah Menteri Susi tambah kapal pengawas
Menteri Susi ke warga: Kejar kapal asing, jika perlu bakar biar jera
Menteri Susi akan tenggelamkan 2 kapal asing ukuran jumbo di Ambon
Petugas amankan 4 kapal bendera Malaysia berisi 40 nelayan Vietnam
Menteri Susi sudah tenggelamkan 122 kapal sejak 17 Agustus 2016
Menteri Susi: Stok ikan semakin banyak, nelayan mulai menikmati