LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Indonesia Bakal Punya Jurassic Park di Pulau Rinca Labuan Bajo

Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini terus berbenah untuk menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas pada akhir 2020 mendatang. Tempat ini nantinya akan menawarkan berbagai suguhan wisata bagi para turis.

2020-01-22 17:00:09
Labuan Bajo
Advertisement

Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini terus berbenah untuk menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas pada akhir 2020 mendatang. Tempat ini nantinya akan menawarkan berbagai suguhan wisata bagi para turis.

Salah satu tempat yang tengah dipersiapkan jadi destinasi wisata utama yakni Pulau Rinca. Arsitek perancang KSPN Labuan Bajo, Yoris Antar, menggambarkan tempat ini nantinya dirancang bagi turis yang mau menikmati wisata alam seperti di film Jurassic Park.

"Kalau untuk desain geopark di Pulau Rinca tuh ini Jurassic Park. Jadi nanti wisatawan bisa jalan berputar di rumahnya komodo," ujar Yoris di Labuan Bajo, NTT, Rabu (22/1).

Advertisement

Yoris menjelaskan, Pulau Rinca di Labuan Bajo memiliki 45 loh (lubang) yang jadi habitat para komodo. Di mana, satu loh jadi tempat bermukim bagi sekitar 70 ekor komodo.

Nikmati Pemandangan Komodo, Pengunjung Disiapkan Jalan Melayang

Namun, dia telah mendapat pesan dari Presiden Jokowi untuk tidak banyak mendirikan bangunan di pulau tersebut. Agar tak mengganggu status Pulau Rinca sebagai tempat konservasi komodo.

Advertisement

"Jadi yang satu liang saja yang akan jadi atraksi. Karena bayangkan ada kapal-kapal pesiar dateng dengan 2.000 orang, rata-rata paling 3 jam aja di situ. Kalau tidak lihat komodo ntar jadi viral di medsos," ucap dia.

Dia juga mengaku telah mendapat arahan dari TNK agar jalur antara manusia dan komodo dibuat terpisah. Dengan begitu, nanti akan tersedia jalan layang setinggi 2 meter bagi para turis untuk berjalan kaki di dalam pulau.

"Detailnya ini ada tempat untuk ranger, buat guide, buat peneliti. Jadi ini semua kan elevated, jadi itu tidak akan mengganggu. Jadi komodo sama makanannya kerbau itu bisa lewat di bawah," tutur Yoris.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.