LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Indef soal pria di desa malas kerja: Butuh benih kok dikasih traktor

Pemerintah belum bisa memberikan insentif yang tepat untuk petani di desa.

2015-07-13 14:36:14
Kemiskinan
Advertisement

Angka kemiskinan di pedesaan tercatat masih cukup tinggi hingga saat ini. Bahkan di beberapa desa kemiskinan malah terus bertambah seperti di desa Tanah Harapan, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Di Desa Tanah Harapan ini, angka kemiskinan naik 300 persen dalam kurun waktu 4 tahun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2011 - 2014 jumlah keluarga miskin di desa ini awalnya tercatat hanya 27 keluarga, dan kini jumlahnya melonjak jadi sebanyak 100 keluarga.

Menurut Kepala Desa Tanah Harapan, Atral, kondisi ini terjadi karena kebiasaan masyarakat setempat yang lebih memilih menghabiskan waktu bermalas-malasan dibandingkan bekerja sebagai petani. "Kebiasaan para pria di desa ini menghabiskan waktu memancing seharian guna mengurangi waktu mereka bekerja mencari uang," ujarnya.

Advertisement

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati menyebut kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di desa di Bengkulu yang mayoritas penduduknya petani, tapi hampir di semua petani di Indonesia. Penyebabnya adalah pemerintah belum bisa memberikan insentif yang tepat untuk petani.

"Ini bahaya dan harus ada solusi dari pemerintah. Kementerian Pertanian punya anggaran dan selama ini belum tepat. Mereka butuh benih, irigasi, pupuk malah dikasih traktor. Traktor masih banyak tenaga kerja untuk mengerjakan itu," kata Enny ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Senin (13/7).

Enny mendesak pemerintah untuk memberi insentif yang tepat sasaran agar pria di desa kembali bergairah bekerja. Misalnya menyediakan benih unggul dengan harga terjangkau, ketersediaan air dan lain sebagainya.

Advertisement

"Jadi misalnya musim kemarau mereka tidak rugi dan jadinya tidak malas bekerja. Sekarang saja untuk air mereka butuh diesel, pupuk mahal jadinya mereka malas," tegasnya.

Pemerintah seharusnya memberi bantuan untuk meningkatkan produktivitas petani maupun hasil pertaniannya. "Sebenarnya pemerintah engga usah mencetak sekian juta hektar sawah, maksimalkan saja dulu deh yang ada," tutupnya.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.