Indef: Pertumbuhan Ekonomi RI Hanya 5 Persen, Jangan Salahkan Perang Dagang
Faktor internal di dalam negeri lebih berperan terhadap pertumbuhan ekonomi negara dibanding faktor eksternal seperti tendensi perang dagang.
Peneliti senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir yang masih tertahan di level 5 persen.
Seperti diketahui, perekonomian negara pada triwulan I-2019 tumbuh sebesar 5,07 persen, atau meningkat tipis dari periode sama tahun sebelumnya yang hanya 5,06 persen.
Enny menilai, itu bukanlah pencapaian yang baik lantaran pertumbuhannya masih lebih kecil dari triwulan IV-2018 yang sebesar 5,18 persen.
"Bukan persoalan 5,07 yang menjadi concern kami. Tetapi kalau lihat semua indikator pertumbuhan, kualitas pertumbuhan kita betul-betul memburuk," keluh dia di Jakarta, Rabu (8/5).
Dia mengatakan, faktor internal di dalam negeri lebih berperan terhadap pertumbuhan ekonomi negara dibanding faktor eksternal seperti tendensi perang dagang.
"Jadi, ini tidak hanya lampu kuning. Selalu pemerintah mengkambinghitamkan sektor global. Sektor eksternal hanya 20 persen. Sumber utama pertumbuhan ada di dalam negeri," tegasnya.
"Dampak dari perang dagang itu justru aliran investasi lari ke emerging market. Kalau kemarin yang banyak disoroti adalah penurunan di Singapura dan Jepang, tapi negara tetangga kita yang tumbuh seperti Thailand dan Vietnam justru enggak disoroti," kecam dia.
Oleh karenanya, dia mengimbau pemerintah untuk bisa memanfaatkan momen perang dagang, dimana banyak investasi yang bertebaran di negara-negara berkembang.
"Indonesia, basis pertumbuhannya itu di sumber daya. Artinya, ketika kita hanya di 5 persen, jangan lagi-lagi mengkambinghitamkan eksternal. Sumber dalam negeri yang harus disoroti," pungkas dia.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Indef: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen di Akhir 2019 Sulit Tercapai
Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,3 Persen di 2019, Ini Pemicunya
Jurus Menperin Airlangga Genjot Pertumbuhan Ekonomi dari Sektor Industri
Rupiah Masih Betah di Level Rp14.300 per USD
BPS: Masyarakat Rasakan Perbaikan Ekonomi, Namun Optimismenya Lebih Rendah
Konsumsi Rumah Tangga Capai 5,01 di Kuartal I-2019
Kuartal I-2019, Pertumbuhan Ekonomi di Maluku dan Papua Masih Lesu