Indef: Momentum Lebaran Tak Mampu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Wakil Direktur Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto mengatakan, momentum lebaran 2019 tak signifikan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Selama 7 tahun terakhir, Lebaran tak selalu dapat dioptimalkan untuk mengerek pertumbuhan ekonomi.
Wakil Direktur Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto mengatakan, momentum lebaran 2019 tak signifikan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Eko menjelaskan, selama 7 tahun terakhir, Lebaran tak selalu dapat dioptimalkan untuk mengerek pertumbuhan ekonomi. Hal ini bertentangan dengan pertanyaan pemerintah yang menyebutkan momentum Lebaran berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
"Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2019 justru melambat jika dibandingkan triwulan II-2018. Ini menggambarkan stimulasi musiman hari raya semakin terbatas dalam mendorong perekonomian," tuturnya Rabu (7/8).
Selain itu, lanjut Eko, meski konsumsi rumah tangga tercatat naik, faktanya laju investasi masih terbilang melempem.
"Pertumbuhan investasi turun jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Gimana mau dongkrak pertumbuhan ekonomi kalau pertumbuhan investasinya dibawah pertumbuhan ekonomi nasional," paparnya.
Di sisi lain, menurut Eko, hajatan demokrasi Pilpres 2019 juga tercatat belum cukup menstimulasi ekonomi. "Secara proporsi, masih sangat terbatas dampaknya bagi perekonomian secara keseluruhan," tandasnya.
Baca juga:
Pertumbuhan Melambat, Bahana Nilai Perbankan Hingga Infrastruktur Masih Menjanjikan
Listrik Padam Berpotensi Memperparah Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III
Menteri Sri Mulyani Yakin Investasi Lebih Bertenaga di Kuartal III
Presiden Jokowi Ingin Peran Swasta Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digenjot pada 2020
Menko Darmin Nilai Perang Dagang Hambat Laju Pertumbuhan Ekonomi RI
BPS: Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Akibat Perang Dagang Tak Hanya Dialami RI
Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat dan Maluku Negatif di Kuartal II- 2019