Indef Minta Pemerintah Tingkatkan Efektivitas Stimulus Fiskal
Direktur Eksekutif Indef Ahmad Tauhid meminta pemerintah meningkatkan efektivitas stimulus fiskal dengan memperbaiki penerimaan bantuan sosial dari pemerintah. Sebab, berbagai stimulus yang diberikan tidak lantas berdampak signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Tauhid meminta pemerintah meningkatkan efektivitas stimulus fiskal dengan memperbaiki penerimaan bantuan sosial dari pemerintah. Sebab, berbagai stimulus yang diberikan tidak lantas berdampak signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Efektivitas stimulus fiskal harus diperbaiki karena kita sudah habis banyak mengeluarkan tambahan pembiayaan dan utang di tahun 2020," kata Tauhid dalam Konferensi Pers Indef bertajuk: Covid-19 Meningkat, Ekonomi Melambat, Jakarta, Minggu (7/2).
Dia menjelaskan, tahun lalu pemerintah telah mencetak utang hingga Rp 1.200 triliun. Naik empat kali lipat dari yang biasanya sekitar Rp 300 triliun. Namun dampak dari penambahan utang tersebut belum banyak menolong pertumbuhan ekonomi.
"Dampaknya ke ekonomi ini belum greget, ini sangat penting," imbuhnya.
Untuk itu, dia meminta pemerintah membenahi mekanisme penyaluran stimulus fiskal kepada masyarakat. Selain itu, perubahan alokasi anggaran untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) juga harus dicermati.
Meskipun dampak penyaluran bantuan tersebut telah dirasakan masyarakat, tetapi hal tersebut tidak lantas berdampak langsung kepada sektor ekonomi. Begitu juga dengan sektor kesehatan yang justru penyebaran virusnya makin tinggi, alih-alih harusnya bisa dikendalikan.
"Output ini memang bagus tapi ke sektor ekonominya rendah , ini harus dikaji ulang," kata dia.
Termasuk juga berbagai kegiatan PEN yang justru dinilai melakukan pemborosan dan tidak efektif. Padahal yang harus diprioritaskan agar mendorong pertumbuhan konsumsi masyarakat dengan menjaga sektor makanan dan minuman yang terjaga dengan baik.
Dengan menjaga efektivitas ini diharapkan bisa memberikan jumlah stimulus yang lebih besar kepada masyarakat kelas bawah. "Masyarakat bawah 20 persen ini harus dikasih bantuan dengan nilai yang lebih besar," tandasnya.
Baca juga:
Kemenkeu Buka Kemungkinan Anggaran PEN 2021 Meningkat Hingga Rp627,9 T
Menko Airlangga: Kita Melihat Sinyal Positif Pemulihan Ekonomi
Stafsus Presiden Prediksi Prospek Ekonomi Indonesia 2021 akan Lebih Baik
Rizal Ramli: Program PEN Pemerintah Hasilnya Memble
Terus Bertambah, Anggaran Covid-19 & Pemulihan Ekonomi Diperkirakan Rp619 Triliun
Luhut Soal Dilema Pemulihan Ekonomi: 22 Persen Masyarakat RI Tak Percaya Covid-19 Ada