LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Indef: Jelang Pilpres 2019 Investor Tahan Diri Masuk ke Indonesia

Bhima mengatakan, perlambatan pertumbuhan investasi ini turut membuat kinerja pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV hanya mencapai 5,13 persen. Meskipun investasi melambat, ekonomi masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga.

2019-02-04 17:10:32
Ekonomi Indonesia
Advertisement

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira mengatakan, jelang pemilihan presiden (pilpres) 2019 investor menahan diri masuk ke Indonesia. Hal ini pun membuat investasi kuartal IV-2018 melambat.

"Komponen investasi cenderung melambat seiring gejolak perekonomian global, dan jelang pilpres 2019 investor menahan diri masuk ke Indonesia," ujar Bhima melalui pesan singkat, Jakarta, Senin (4/2).

Bhima mengatakan, perlambatan pertumbuhan investasi ini turut membuat kinerja pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV hanya mencapai 5,13 persen. Meskipun investasi melambat, ekonomi masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga.

Advertisement

"Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV diprediksi mencapai 5.13-5.16 persen. Faktornya dipengaruhi pola musiman naiknya konsumsi rumah tangga saat libur natal tahun baru. Pencairan belanja pemerintah pusat maupun daerah di akhir tahun turut membantu dorongan pertumbuhan," jelasnya.

Bhima menambahkan, selain investasi yang tumbuh melambat, ekspor juga cenderung menurun pada penutupan tahun. Hal ini disebabkan oleh menurunnya harga komoditas energi dan pertambangan terutama ke negara-negara yang mengalami perlambatan ekonomi.

"Ekspor tidak banyak yang bisa membantu disebabkan anjloknya harga komoditas energi dan pertambangan di akhir tahun. Ekspor ke negara tujuan utama terkena perlambatan ekonomi global serta naiknya impor migas pada Oktober sampai Desember," tandasnya.

Advertisement

Baca juga:
Pemerintah Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2018 Kisaran 5,2 Persen
Indef Prediksi Inflasi 2019 Bisa Sentuh 4 Persen
Indef: Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Sulit Diprediksi di 2019
2019, Indef Prediksi Pertumbuhan Ekspor Indonesia Hanya 6 Persen
INDEF Nilai 'Serangan' Menteri Pencetak Utang Oleh Prabowo Tak Tepat, ini Alasannya
Indef Sebut Utang Bukan Masalah, Asal Pemerintah Lakukan Hal Ini

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.