Indef: Demo besar-besaran hidupkan ekonomi kerakyatan
"Tidak ada dampaknya ini malah menggerakkan ekonomi kerakyatan, contohnya banyak yang demo pakai baju putih-putih itu mereka beli baru, yang pakai sorban juga pada beli baru."
Demo besar-besar yang dihadiri ribuan massa perihal dugaan kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahja Purnama atau akrab ahok berakhir damai.
Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartarti mengatakan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait demo tersebut, terlebih kepada perekonomian Indonesia. Menurut Enny, demo tersebut malah menggerakkan ekonomi kerakyatan.
"Tidak ada dampaknya ini malah menggerakkan ekonomi kerakyatan, contohnya banyak yang demo pakai baju putih-putih itu mereka beli baru, yang pakai sorban juga pada beli baru. Kemudian banyak para pendemo yang dari luar kota, jadi transaksi beli tiket meningkat," katanya saat dihubungi merdeka.com, Jumat (4/11).
Menurut Enny, demo yang berlangsung damai ini akan menjadi sejarah karena dilihat dunia internasional. Ini menunjukkan politik kita sudah sangat baik.
"Demo ini kan dilihat dunia, mereka menilai demokrasi kita sangat baik, sehingga akan membuat investor berdatangan karena politik yang terjaga, keamanan juga terjaga" ujarnya.
Mengenai banyaknya pusat-pusat pertokoan yang tutup atau tidak beroperasi bukan karena mereka takut akan demo tersebut karena alasan lain.
"Jangan di hubungkan, bukan karena mereka takut tapi karena alasan transportasi, jadi lebih baik diliburkan atau tutup jadi jangan di hubungkan terlihatkan semua baik-baiknya," jelasnya.
Baca juga:
Ada demo 4 November, omzet pedagang pasar Jakarta naik signifikan
Aksi demo tak pengaruhi ekonomi, IHSG dan Rupiah ditutup menguat
Pedagang mengeluh pendemo 4 November ribuan tapi pelit jajan
Pertamina minta PNS pakai elpiji non-subsidi
Sofjan Wanandi soal demo: Kalau pengusaha, kita tenang-tenang saja