Incar dana Rp 930 M, BIJB akan lepas 38 persen saham Bandara Kertajati
PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) berencana menawarkan 38 persen saham pengelolaan Bandara Kertajati dengan nilai mencapai Rp 930 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk biaya pengembangan dan pembangunan bandara. Angkasa Pura II sudah menyampaikan minat untuk mengambil porsi dari penjualan 38 persen saham.
PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) berencana menawarkan 38 persen saham pengelolaan Bandara Kertajati dengan nilai mencapai Rp 930 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk biaya pengembangan dan pembangunan bandara.
"Kita rencananya menerbitkan kira-kira 38 persen. (Nilainya) Kira-kira Rp 930 miliar untuk pendanaan dari setoran pemegang saham dan jasa sarana plus kemarin ada sindikasi perbankan total Rp 808 miliar ditambah Rp 650 miliar," tutur Direktur Utama PT BIJB, Virda Dimas Ekaputra, di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Rabu (17/1).
Virda mengatakan Angkasa Pura II sudah menyampaikan minat untuk mengambil porsi dari penjualan 38 persen saham BIJB tersebut. "Yang penting dengan dana itu kita bisa membiayai pembangunan sisi darat secara tuntas dan bisa beroperasi dengan baik," tuturnya.
Terkait dengan progres kontruksi, Dimas mengatakan, sampai 30 Desember 2017 sudah 84,7 persen di mana landasan (runway) pesawat sudah selesai. "Kalau masterplan (darat) 1.800 hektar lahan sekarang masih ada 700 lagi (belum dibebaskan). Ini masih bertahap. Tiap tahun Pemerintah Provinsi mengalokasikan untuk pembebasan lahan," tandasnya.
Baca juga:
Melihat progres pembangunan Bandara Kertajati siap beroperasi Juni 2018
Jemaah haji asal Jawa Barat bisa berangkat lewat Bandara Kertajati
Pembangunan Bandara Jawa Barat mencapai 80 persen
Gubernur Jabar yakin sebagian warga Jateng akses Bandara Kertajati
Bidik soft launching April 2018, proyek Bandara Kertajati dikebut
Lion Air lirik peluang penerbangan umrah dari Bandara Kertajati
Gubernur Aher tawarkan investasi pengembangan Bandara Kertajati ke Prancis