LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

INACA desak pemerintah segera bangun bandara dekat Jakarta

Halim diprediksi hanya mampu bertahan lima tahun melayani penerbangan komersial berjadwal.

2014-02-05 20:30:00
Bandara Halim
Advertisement

Asosiasi maskapai penerbangan komersial Indonesia (INACA) mendesak pemerintah untuk segera membangun bandara baru yang bisa menunjang Soekarno-Hatta, Cengkareng. Bandara Halim Perdanakusuma yang saat ini digunakan dinilai hanya mampu sesaat mengurangi kepadatan di Soekarno-Hatta.

Ketua Penerbangan Berjadwal INACA Bayu Sutanto mengingatkan, ibu kota di banyak negara minimal memiliki dua bandara. Satu bandara untuk melayani penerbangan internasional, sedangkan yang lain melayani rute-rute domestik.

"Di luar negeri itu sudah biasa lah ada second airport untuk ibu kota. Di Thailand itu ada Suvarnabhumi dan Don Muang, di Tokyo ada Narita, Haneda. Memang harus beda-beda," ujarnya saat ditemui di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (5/2).

Advertisement

Bayu heran mengapa pemerintah ngotot memaksakan Halim untuk melayani penerbangan komersial berjadwal. Pasalnya, sejak 1985, Halim sudah didesain hanya untuk keperluan penerbangan militer.

Atas dasar itu, dia menilai wajar jika pemanfaatan Halim tidak juga mengurangi kepadatan Soekarno-Hatta. "Bagaimana bisa membantu, kalau Halim ini 20 tahun enggak ada perubahan fasilitas," ungkap Bayu.

Menurutnya, Halim hanya mampu bertahan lima tahun menjalankan fungsinya seperti sekarang ini dengan baik. "Jadi segera dilakukan saja, apakah itu menambah runway ketiga di Soekarno-Hatta, atau menambah airport baru," kata Bayu.

Advertisement

Ketua Penerbangan Non-Jadwal INACA Denon Prawiraatmadja memperkirakan masalah kepadatan di Soekarno Hatta akan menular ke Halim. Selain maskapai penerbangan berjadwal, Halim juga melayani 24 perusahaan pesawat sewaan.

"Halim tak memiliki landasan taxi paralel. Jadi kalau pesawat landing, dia harus balik lagi. Seharusnya ada tahapan-tahapan pengembangan dulu, sampai Halim ini optimal memenuhi pelimpahan dari Cengkareng," ungkapnya.

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.