Impor dari China Dihentikan, Harga Bawang Putih di Solo Meroket
Harga kulakan bawang putih jenis kating Rp 60 ribu per kilogram. Di Pasar Nusukan dijual Rp 50 ribu per kg, sementara di Pasar Legi dijual Rp 48 ribu per kg.
Meluasnya wabah virus Corona membuat impor bawang putih dari China dihentikan sementara. Akibatnya, harga komoditas penting tersebut di Solo meroket. Kenaikan signifikan terjadi di Pasar Legi, Pasar Gede, Pasar Nusukan, serta pasar tradisional lainnya.
Pantauan di Pasar Gede, harga kulakan bawang putih jenis kating Rp60 ribu per kilogram. Di Pasar Nusukan dijual Rp50 ribu per kg, sementara di Pasar Legi dijual Rp48 ribu per kg. Padahal beberapa hari sebelumnya, harga eceran bawang putih impor di Pasar Legi hanya Rp30 ribu per kg untuk jenis kating dan Rp26 ribu per kg untuk bawang putih sinco.
Tak hanya mahal, Pasokan bawang putih pun juga mulai berkurang. Kondisi tersebut membuat permintaan pembeli tak bisa terpenuhi. Seperti dikatakan Suwarni, salah seorang pedagang eceran di Pasar Legi.
"Hari-hari biasa, saya mendapat jatah bawang putih 160 hingga 150 kwintal. Tapi sejak tiga hari lalu dikurangi menjadi 120 hingga 100 kwintal," kata dia, Selasa (4/2).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo, Totok Tavirijanto menyebut, bawang putih menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Kota Solo, seiring adanya peningkatan harga yang terjadi beberapa hari terakhir.
"Bawang putih menyumbang inflasi 0,08 persen, dari inflasi 0,14 persen yang terjadi di Solo," katanya.
Dia menjelaskan, kenaikan harga bawang putih tidak lepas dari masih bergantungnya komoditas pertanian itu dari negara tetangga. Sekitar 90 persen pasokan bawang putih Indonesia berasal dari China.
Impor Hewan dan Bawang Putih Bakal Disetop
Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, mengatakan pemerintah berencana akan melakukan pemberhentian sementara impor dari China. Ini sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona.
Saat ini berbagai kementerian sedang melakukan pengkajian terkait jenis komoditas impor yang datang dari China. Dalam rapat tersebut baru merencanakan jenis komoditas yang sekiranya bisa membawa virus corona. "Ini masih persiapan, agar tidak salah sasaran produk impornya," kata Mendag Agus.
Pemerintah akan melakukan pendataan, khususnya yang berkaitan dengan hewan hidup. "Wild animal itu sudah pasti," kata Mendag Agus.
Begitu juga dengan produk holtikultura, seperti bawang putih. Jika berpotensi membawa virus pasti akan diberhentikan.
Sementara, terkait komoditas lainnya, pemerintah masih melakukan pertimbangan. Dia memperkirakan baru besok data lengkap barang impor yang dilarang masuk. "Ini segera (diselesaikan) mungkin besok sudah komplit," kata Mendag Agus.
(mdk/azz)