LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Impor cangkul dari China tak pengaruhi penjualan perajin lokal

Salah satu perajin cangkul di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur Sugiyanto mengaku hal tersebut tidak memengaruhi penjualannya. Menurutnya, volume permintaan masyarakat akan cangkul buatannya tidak berkurang karena adanya impor tersebut.

2016-11-06 18:00:00
ekspor impor
Advertisement

Beberapa waktu lalu masyarakat Indonesia dihebohkan dengan adanya kabar impor cangkul dari China yang dilakukan pemerintah melalui PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) pada Agustus 2016 lalu. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai komitmen pemerintah dalam memberdayakan industri kecil menengah (IKM).

Meski begitu, salah satu perajin cangkul di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur Sugiyanto mengaku hal tersebut tidak memengaruhi penjualannya. Menurutnya, volume permintaan masyarakat akan cangkul buatannya tidak berkurang karena adanya impor tersebut.

"Sejauh ini volume permintaan masih sama seperti biasanya. Tidak ada yang berkurang, malah tren-nya naik," kata Sugiyanto seperti dikutip Antara, Minggu (6/11).

Advertisement

Dia mengaku, tidak mengetahui mengenai kebijakan impor cangkul yang cukup menghebohkan masyarakat. Namun, Sugiyanto bersama kerabatnya yang sama-sama menggeluti dunia pandai besi cangkul merasa cukup percaya diri bersaing dengan produk impor, karena kualitas cangkul buatan mereka lebih baik dari China.

"Kami berani beri garansi apabila cangkul hasil produksinya rusak sebelum berumur satu tahun. Saya akan ganti jika cangkul rusak belum sampai satu tahun. Kami siap memperbaiki kembali," imbuhnya.

Perajin cangkul lain, Wasidi menuturkan para petani di daerahnya lebih menyukai cangkul buatan perajin lokal daripada cangkul impor. Menurutnya, para petani merasa cangkul dari China tidak sesuai dengan kondisi tanah di daerah setempat, dan mudah patah.

Advertisement

Mengingat, lahan pertanian dan perkebunan di wilayah Jawa dan Kabupaten Tulungagung memiliki struktur tanah agak padat. Sehingga untuk mengolahnya memerlukan cangkul yang tajam dan terbuat dari besi baja kualitas baik.

Dengan begitu, cangkul produksi lokal yang sering digunakan para petani mempunyai bentuk berbeda, disesuaikan dengan kondisi tanah di lahan pertanian atau perkebunan masing-masing.

"Struktur tanah di Jawa padat, diperlukan cangkul yang terbuat dari besi baja," jelas Wasidi.

Baca juga:
IA-CEPA bakal buka keran impor dari Australia ke Indonesia
Ini dua solusi Menteri Bambang agar RI lepas dari jerat impor pangan
Menteri Airlangga tak puas kinerja ekspor motor RI baru 300.000 unit
Berantas produk selundupan, Menkeu bakal tertibkan importir borongan
5 Pro kontra Indonesia impor cangkul dari China
BPS: Nilai impor cangkul tidak besar, apalagi harganya murah
Kemendag beri izin impor 1,5 juta cangkul dari China

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.