LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Imbas Pandemi, Wisman ke RI 2020 Turun jadi Hanya 4 Juta dari 16 Juta di 2019

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengungkapkan, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ikut terpukul dengan adanya kondisi pandemi covid-19 ini. Imbasnya, berdasarkan data statistik dari Kemenparekraf, terjadi penurunan wisatawan mancanegara dan devisa.

2021-03-04 11:39:36
wisatawan asing
Advertisement

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengungkapkan, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ikut terpukul dengan adanya kondisi pandemi covid-19 ini. Imbasnya, berdasarkan data statistik dari Kemenparekraf, terjadi penurunan wisatawan mancanegara dan devisa.

"Penurunan wisman dan devisa di tahun 2019 kita punya Wisman itu sekitar 16 jutaan dengan devisa sekitar USD 116 juta. Kemudian tahun 2020 ini wismannya hanya tinggal 4.080.000 dan devisanya sekitar USD 3,54 juta," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya, dalam dalam Webinar Membangkitkan Optimisme Industri Pariwisata Nusantara – FORWADA, Kamis (4/3).

Menurutnya hal itu wajar terjadi, karena memang akses transportasi juga ditutup oleh pemerintah karena ada kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 2020. Selain itu, negara lain juga rata-rata menerapkan kebijakan lockdown.

Advertisement

Strategi Antisipasi Pemerinatah

Maka dari itu, pihaknya saat ini sedang fokus untuk mengembangkan pariwisata domestik. Salah satunya dengan mendorong wisatawan nusantara untuk berwisata ke destinasi super prioritas.

"Kita 2021 bersiap-siap untuk memulihkan itu dengan bertumpu terutama kepada wisatawan domestik dulu nih, sampai siap-siap untuk wisatawan mancanegara boleh dibuka. Sementara ini fokusnya Kementerian pariwisata lebih ke domestik," kata Nia.

Advertisement

Dalam menyikapi kondisi pandemi covid-19 ini, ada beberapa tahap fase pengembangan. Yakni fase jangka pendek dan jangka panjang menengah.

Strategi jangka pendeknya yaitu bagaimana menangani covid-19 untuk memulihkan perekonomian. Sementara, jangka panjang menengah yakni membangun keunggulan melalui pariwisata.

"Tentu kita harus melakukan mitigasi di jangka 2020-2021. Jadi memang ketika terjadi 2020 kita langsung program perlindungan sosial untuk pekerja pariwisata, kemudian realokasi anggaran untuk beberapa kegiatan yang terkait dengan padat karya kemudian juga pemberian stimulus ekonomi pada sektor parekraf," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.