LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Imbas Adanya Tol, Penjual Oleh-oleh di Pantura Kehilangan Pendapatan

Di sepanjang jalan utama Pantai Utara Jawa (Pantura) para pedagang tersebut berjejer di sejumlah titik menempati kios dagangan mereka. Dengan harapan peristiwa mudik menjadi ladang meraup keuntungan.

2019-06-07 13:58:17
mudik
Advertisement

Kegiatan mudik seolah menjadi tradisi yang dilakukan saat Lebaran, tak terkecuali tahun ini. Masyarakat perkotaan khususnya, rela meski harus menempuh perjalanan berjam-jam bahkan berhari-hari supaya bisa bertemu sanak saudara di kampung halaman.

Kegiatan mudik tahunan tersebut juga menjadi berkah tersendiri bagi mereka yang memanfaatkan arus mudik maupun balik untuk mendapat keuntungan. Seperti para penjual oleh-oleh yang biasa dibawa pemudik sebagai buah tangan.

Di sepanjang jalan utama Pantai Utara Jawa (Pantura) para pedagang tersebut berjejer di sejumlah titik menempati kios dagangan mereka. Dengan harapan peristiwa mudik menjadi ladang meraup keuntungan.

Advertisement

Namun belakangan, para pedagang mengeluhkan pendapatan lantaran semenjak dua tahun terakhir omset menurun. Hal ini terjadi setelah dioperasikannya jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) serta menyusul Tol Trans Jawa lainnya.

Meski demikian, para pedagang masih menaruh harapan. Salah satunya Joko, yang berjualan di pusat oleh-oleh di wilayah Pantura Jatisari, Karawang.

Dikatakan pria 58 tahun ini, seiring dengan banyaknya pemudik yang kembali menggunakan jalan non tol itu ia dan pedagang lain berharap bisa kembali menaikkan penjualan.

Advertisement

"Berharap masih ada penghasilan setelah adanya tol trans Jawa," katanya, Jumat (7/6).

Joko mengaku penghasilan arus balik lebaran tahun lalu, masih mampu mendapatkan omset sekitar Rp 5 juta dalam sehari dari penjulan oleh-oleh khas Priangan, seperti Dodol Garut, Ubi Cilembu dan Kerupuk Miskin.

"Ya bisa dibayangkan sejak ada Tol Cipali terus sekarang nyambung dengan Tol Trans Jawa penjualan sudah semakin sepi. Pengasilan hanya untuk bertahan hidup sehari-hari," keluh Joko.

Joko mengatakan, telah menjual oleh-oleh sejak lebih dari 15 tahun lalu dan menjadi satu-satunya sumber penghidupannya bersama keluarga. "Hampir setiap hari saya merasakan tidak ada yang membeli sama sekali, karena sasaran pembeli kita adalah pengendara yang melintas," jelasnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh pemilik kios lainnya, Yuni (54). Ia mengaku mengalami penurunan jumlah pendapatan lebih dari 50 persen, sejak adanya Tol Cipali.

Sebelum adanya Tol Cipali, setiap akhir pekan ia mampu menghasilkan hingga Rp2 juta. Namun ketika ada tol, tidak lebih dari Rp500.000. "Kami jelas khawatir, mungkin saja usaha saya bisa bangkrut begitu juga pedagang lain. Kami ini hanya orang ecil," kata Yuni.

Baca juga:
Jelang Arus Balik, Transjakarta Sediakan Layanan Gratis Pulo Gebang-Pulo Gadung
H+2 Lebaran, Pemudik Berangkat dari Stasiun Gambir Meningkat 6 Persen
Kapal Pengangkut Pemudik Kandas Dekat Pelabuhan Bakauheni
14.676 Pemudik Tercatat Berangkat dari Terminal Poris Plawad Tangerang
OYO Lite, Solusi Pemudik Lancar Berselancar di Dunia Maya selama Mudik
Kendaraan Arah Jakarta Menumpuk di Simpang Jomin Cikampek
Polda Metro Jaya Imbau Warga Tidak Berfoto di Tengah Jalan

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.