LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Imbangi China, Jepang bakal permudah utang negara berkembang

China kian agresiv menyalurkan utang setelah menginisiasi kelahiran Asian Infrastructure Investment Bank.

2015-11-14 09:00:00
Utang
Advertisement

Jepang bakal memangkas dan menyederhanakan proses pengajuan pinjaman untuk negara berkembang. Terobosan ini dilakukan untuk bisa mengimbangi agresivitas China dalam menyalurkan utang.

Seperti dikabarkan situs berita Nikkei, kemarin, pemerintah Jepang tengah mengkaji untuk memangkas jarak waktu antara aplikasi awal utang dengan penawaran proyek dari tiga tahun menjadi setahun. Kemudian dokumen disederhanakan, membolehkan calon pengutang melakukan banyak pekerjaan secara paralel.

Lalu, Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) bakal mempekerjakan banyak tenaga ahli untuk mengevaluasi aplikasi utang.

Advertisement

Kemudian, Jepang juga siap menanggung risiko dengan melonggarkan ketentuan mengenai jaminan dari negara pengutang. ketentuan berlaku saat ini, pihak yang ingin berutang kudu mendapat jaminan sepenuhnya dari pemerintah bersangkutan. Nah, jaminan itu nantinya bisa diturunkan menjadi setengahnya saja.

Selain itu, Jepang juga membuka kemungkinan menyalurkan pinjaman berdenominasi dolar Amerika Serikat. Ini untuk mengurasi potensi debitur dan perusahaan pembiayaan Jepang terpapar risiko nilai tukar. Alasannya, dolar lebih familiar dan mudah digunakan ketimbang yen.

JBIC disebutkan juga telah melakukan pembenahan guna meningkatkan fleksibilitas dalam menyalurkan pembiayaan. Setiap proyek berpotensi mendapatkan pinjaman akan ditempatkan dalam satu daftar untuk dinilai profitabilitasnya.

Advertisement

Utang hanya akan diberikan pada proyek yang menguntungkan. Sebaliknya, proyek dengan aliran kas tak jelas dipastikan bakal sulit mendapatkan utangan.

Usulan pelonggaran itu bakal dimasukkan ke parlemen Jepang tahun depan. Namun, sebelum itu, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan menyosialisasikannya dalam pertemuan dengan pemimpin Asean dan regional lainnya di Malaysia, 21-22 November mendatang.

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.