IIS Dinilai Jadi Roadmap Pengembangan Industri RI Berbasis Teknologi
"Berbasis mapping tersebut, langkah strategis MI 4.0 akan memiliki acuan dan terukur untuk mencapai tujuan yang dicanangkan presiden Jokowi agar Indonesia menjadi 10 negara ekonomi dunia pada tahun 2030."
Pakar manajemen bisnis dari ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember), Arman Hakim Nasution menilai penyelenggaraan Indonesia Industrial Summit (IIS) pada 15 dan 16 April 2019 menjadi tonggak sejarah setahun usia roadmap pengembangan Industri Indonesia berbasis teknologi IOT, atau yang dikenal sebagai roadmap Making Indonesia 4.0.
Sebagaimana diperkenalkan oleh Menperin Airlangga Hartarto sebagai salam 4 Jari, progress roadmap Making Indonesia 4.0 (selanjutnya disingkat MI 4.0) dinilai sangat bagus.
Arman beralasan, roadmap ini dalam setahun telah mampu menelurkan hasil initial assesment kesiapan menuju era 4.0 dalam bentuk indeks INDI 4.0 (Indonesia Industry 4.0 Readiness Index). INDI 4.0 disusun Kemenperin bersama lembaga konsultan manajemen terkemuka McKinsey, dan diantara negara-negara WEF, hanya Singapura dan Indonesia yang memilikinya.
"Berbasis mapping tersebut, langkah strategis MI 4.0 akan memiliki acuan dan terukur untuk mencapai tujuan yang dicanangkan presiden Jokowi agar Indonesia menjadi 10 negara ekonomi dunia pada tahun 2030," katanya.
Menurut Arman, secara prediksi dengan mempertimbangkan dukungan strategis, visi tersebut bisa dicapai. "Dukungan strategis yang dimaksud dengan danya potensi bonus demografi pada tahun 2030 dimana jumlah kalangan muda (milenial) berusia produktif akan lebih banyak dibandingkan golongan tua yang non produktif," katanya.
Kemudian, lanjut Arman, potensi infrastruktur koneksi internet Indonesia yang masuk ranking 100 dunia, di mana untuk fixed broadband posisinya pada ranking 89 (2016) dengan kecepatan 13,30 mbps. Meskipun demikian, potensi infrastruktur ini perlu ditingkatkan agar sejajar dengan Singapura, Malaysia dan Thailand,
"Kreatifitas SDM, yang secara empiris baru bisa disimpulkan dari banyaknya anak muda yang punya potensi ngulik (membedah program komputer dan membuat interface) sambil nongkrong di cafe-cafe," katanya.
Baca juga:
5 Fakta di Balik Pembangunan Taman Halal Oleh Pemerintahan Jokowi
Selain Jakarta, Taman Halal Juga Akan Dibangun di Jawa Barat
Tekan Impor, GAPPMI Dorong Investasi Pabrik Petrokimia
Penerapan Industri 4.0 Bakal Tekan Biaya Produksi Hingga 40 Persen
Genjot Industri Pengolahan Limbah Plastik, Menteri Airlangga Janjikan Insentif
Menperin Airlangga: Sangat Tidak Tepat Sebut Indonesia Alami Deindustrialisasi