IHSG Membaik, Antam Tak Jadi Buyback Saham
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memutuskan belum akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham dalam waktu dekat, seiring dengan membaiknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sebelumnya, perusahaan berencana untuk melakukan buyback karena kondisi pasar yang berfluktuasi cukup signifikan akibat pandemi corona.
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memutuskan belum akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham dalam waktu dekat, seiring dengan membaiknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sebelumnya, perusahaan berencana untuk melakukan buyback karena kondisi pasar yang berfluktuasi cukup signifikan akibat pandemi corona.
"Terkait dengan buyback saham mungkin saya kasih gambaran sedikit backgroundnya bahwa ketika indeks harga saham waktu itu, kita melihat opportunity untuk buyback," kata Direktur Keuangan Antam, Anton Herdianto, di Jakarta, Kamis (11/6).
Anton menjelaskan, pada saat yang sama, seluruh BUMN (tbk) harus melakukan pertemuan dan melihat bagaimana dari sisi BUMN dapat membantu untuk meningkatkan confident terhadap IHSG di Indonesia.
"Setelah kita coba melihat bagaimana pergerakan harga saham, kami melihat bahwa harga saham ANTAM belum under value dan kalau kita melihat pergerakan sampai sekarang terlihat harga saham antam naik kembali," imbuhnya.
"Jadi dapat kami sampaikan bahwa sejak kita melakukan keterbukaan informasi untuk melakukan buyback, kita belum melakukan buyback dan kita melihat sampai hari ini harga saham ANTAM sudah naik dari posisi pada saat IHSG jatuh," sambung dia.
Parameter tersebut, salah satunya adalah harga komoditas ritel, di mana harga komoditas ritel mengalami harga terendahnya pada Januari dan Februari, sehingga ANTAM melihat inisiatif untuk buyback. "Mungkin sekarang tidak menjadi prioritas tapi nanti apabila selesai masa pemberitahuannya kita akan menyampaikan juga, kita akan lakukan pemberitahuan bahwa kita tidak akan melakukan buyback," tandasnya.
Skenario Kenormalan Baru
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyatakan siap untuk menghadapi skenario new normal di tengah pandemi Covid-19. Sampai saat ini, perusahaan secara disiplin terus menerapkan protokol kesehatan dan kesiagaan Holding Industri Pertambangan-MIND ID secara ketat.
Direktur Utama Antam, Dana Amin mengatakan, sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di sektor strategis, perusahaan berkomitmen terhadap pelaksanaan protokol kesehatan agar menjaga kegiatan operasional tetap berjalan lancar.
"Kesehatan dan keselamatan pegawai dan masyarakat merupakan prioritas Antam. Saat ini operasional tambang dan pabrik dijalankan dengan pedoman protokol Holding Industri Pertambangan-MIND ID serta sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah setempat dalam penanganan Covid-19," katanya melalui siaran pers, Sabtu (23/5).
Dia mengatakan, saat ini perusahaan tengah mengimplikasikan skema new normal secara bertahap sesuai dengan arahan Kementerian BUMN. Pertama, pegawai kantor pusat di Jakarta dan unit bisnis yang berlokasi di Jawa Barat, telah menerapkan sistem work from home berkisar 50 hingga 100 persen untuk keselamatan pegawai.
Kedua, Antam melakukan screening kesehatan secara ketat di setiap area kerja baik di tambang maupun di pabrik. Ketiga, menerapkan pembatasan jarak fisik, pengukuran suhu tubuh, mewajibkan penggunaan masker, hingga penggunaan hand sanitizer.
Keempat, pemberian vitamin bagi pegawai. dan Kelima, isolasi mandiri untuk pegawai yang baru memasuki daerah tambang dan pabrik setelah melakukan perjalanan serta larangan penerimaan tamu perusahaan.
Reporter: Pipit Ika Ramadhani
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)