LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ide Rizal Ramli Agar RI Berubah dari Importir Menjadi Eksportir Pangan

Mantan Menko Maritim, Rizal Ramli membeberkan sejumlah strategi untuk membuat Indonesia lepas dari status importir menjadi eksportir beberapa komoditas pokok, seperti beras, gula, dan jagung. Strategi pertama ialah membuka satu juta lahan pertanian baru.

2019-01-29 15:25:08
rizal ramli
Advertisement

Mantan Menko Maritim, Rizal Ramli membeberkan sejumlah strategi untuk membuat Indonesia lepas dari status importir menjadi eksportir beberapa komoditas pokok, seperti beras, gula, dan jagung. Strategi pertama ialah membuka satu juta lahan pertanian baru.

"Mau tidak mau kita harus buka 1 juta hektar sawah baru. Tapi jangan terlalu berpetualang, bereksperimen seperti sawah pasang surut zaman Pak Harto 1 juta. Itu di Kalimantan gagal karena kualitas airnya beda," kata dia, di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta, Selasa (29/1).

Sawah baru dengan total 1 juta hektare tersebut, kata dia, dapat dibuka di sejumlah daerah seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Memberamo, dan Bangka. "Kenapa dipilih karena satu daerah datar, airnya banyak, matahari bagus. Kita bisa bikin dalam waktu kurang dari 5 tahun," ujarnya.

Advertisement

Dengan demikian, akan ada tambahan produksi beras hingga 5 juta ton setiap tahun. "Akan ada tambahan produksi beras 5 juta ton setiap tahun. Kita kalau lagi cuaca panas sekali kita kurang 2 juta ton. Sekarang kita jaga 2 juta ton atau 2,5 juta sudah cukup," jelas dia.

"2,5 juta ton kita kasih kredit negara-negara yang perlu bantuan, Afrika, Asia. Kita ubah Indonesia dari importir beras jadi eksportir beras dalam waktu lima tahun."

Selain itu, perlu juga dibangun 0,5 juta hektare ladang gula baru dengan kualitas bibit unggul dengan produktivitas 2 kali lipat dari bibit yang ada sekarang. Perkebunan itu, kata dia, akan berkonsep terpadu atau integrated farming.

Advertisement

"Perkebunan gula kita tidak hasilnya hanya gula. Bongkahannya bisa diproses jadi etanol dan lain-lain, ternyata penghasilan petani dari yang lain-lain itu bisa lebih tinggi dari pendapatan jual gula. Jadi harus ada integrated farming."

"Gula aren bagus. Buat tanah sangat bagus dia simpan air. Gulanya juga mengurangi diabetes. Nanti kita bikin kebun gula-gula aren di luar Jawa," imbuhnya.

Sementara itu, untuk meningkatkan produksi jagung, perlu ada tambahan 1 juta hektare ladang jagung baru. Ini tentu dapat memenuhi kebutuhan jagung domestik. "Mau tidak mau kita juga harus tanam 1 juta (hektare) jagung lagi supaya kita jadi penghasil untuk makanan ternak. Supaya harga ayam kita stabil."

"Bayangkan lapangan kerja yang dapat dihasilkan. 1 juta sawah baru, 0,5 juta hektare kebun tebu. 1 juta hektare jagung. Rakyat kita akan banyak pekerjaan," urai dia.

"Kami ingin 2019-2024 kita mencapai kedaulatan pangan. Karena itu kita butuh presiden yang modalnya bukan hanya slogan. Yang modalnya bukan hanya kampanye kedaulatan pangan tapi sungguh-sungguh menciptakan kedaulatan pangan," tandasnya.

Baca juga:
Rizal Ramli: Jokowi Takut Ditekan Sama yang Brewoknya Banyak
Rizal Ramli: Kalau Ada yang Curang April Nanti Akan Hadapi People Power
Rizal Ramli Klaim Jarak Antara Jokowi & Prabowo Tak Sampai 10 Persen
Kubu Jokowi Pertanyakan Motif Rizal Ramli Permasalahkan Kontrak Freeport
Rizal Ramli: Banyak Kata Diplesetkan Seolah Kami Menghina Surya Paloh
Rizal Ramli Desak Polisi Segera Panggil Surya Paloh Terkait Pencemaran Nama Baik
Bawa 2 Kuasa Hukum, Rizal Ramli Laporkan Surya Paloh ke Bareskrim

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.