Ide Dahlan bikin jalan tol di atas laut Jawa dinilai aneh
Dahlan justru dinilai tidak memperhatikan kondisi di depan mata yakni pelabuhan yang sudah buruk.
Ide Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk membangun jalan tol di atas laut dari Jakarta sampai Surabaya, ditanggapi dingin Asosiasi Logistik Indonesia. Ide Dahlan itu tidak masuk dalam Sistem Logistik Nasional (Sislognas).
Skenario utama Sislognas adalah pembenahan infrastruktur pelabuhan. Namun, kenyataannya Dahlan justru punya ide membangun jalan tol di atas laut yang membentang dari Jakarta hingga Surabaya dengan nilai investasi yang disebut-sebut mencapai Rp 150 Triliun.
"Pak Dahlan usulkan jalan tol di Pantura itu menurut kita aneh. Dari Sislognas itu tidak ada. Seharusnya pemerintah menjalankan apa yang ada dan menteri jangan usulkan yang aneh-aneh," ujar Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Masita, di Jakarta, Jumat (10/1).
Dalam pandangannya, ide Dahlan tersebut berlebihan karena terlihat membabi buta dengan mengerjakan dari hulu ke hilir. Di sisi lain, Dahlan justru dinilai tidak memperhatikan kondisi di depan mata yakni pelabuhan yang sudah buruk.
"Kemeneg BUMN ini sudah offside karena geliatnya BUMN sudah membabi buta dari hulu ke hilir dikerjakan, tapi di depannya, pelabuhan dan udara enggak diurusi," ucapnya.
Menurutnya, masalah logistik sangat berpengaruh besar bagi kondisi makro ekonomi nasional, yakni inflasi. "Pemerintah lupa kontribusi logistik terhadap inflasi. Di mana perannya Dahlan Iskan sebagai meneg BUMN. Ini harus ada tindakan nyata dari pemerintah," tegasnya.