IA-CEPA bakal buka keran impor dari Australia ke Indonesia
Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia, Steven Ciabo mengatakan, perjanjian perdagangan bebas ini akan menciptakan hubungan ekonomi yang lebih erat antar kedua negara. Khususnya, membuka pasar baru dan peluang untuk bisnis Australia menjadi produsen utama dan penyedia layanan di Indonesia.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita telah bertemu dengan Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia, Steven Ciabo guna membahas Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).
Steven mengatakan, perjanjian perdagangan bebas yang akan dilakukan pada tahun 2017 ini akan menciptakan hubungan ekonomi yang lebih erat antar kedua negara. Khususnya, membuka pasar baru dan peluang untuk bisnis Australia menjadi produsen utama dan penyedia layanan di Indonesia.
"Menteri Lukita dan saya telah sepakat untuk mengejar perjanjian yang berkualitas, ambisius, dan tinggi. IA-CEPA memiliki kemampuan untuk mengubah kemitraan ekonomi Australia-Indonesia," kata Steven melalui keterangan resminya, Minggu (6/11).
Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu dari 13 mitra dagang terbesar dengan Australia, dengan nilai kerja sama mencapai USD 15 miliar pada tahun 2015. Sehingga, dengan adanya IA-CEPA, diharapkan dapat meningkatkan nilai kerja sama antar negara.
Selain itu, dengan populasi lebih dari 255 juta orang, IA-CEPA akan membuka pintu untuk memasok kebutuhan pertumbuhan konsumen Indonesia dengan barang dan jasa Australia.
"IA-CEPA akan membawa ekonomi kita lebih dekat dan memungkinkan bisnis Australia dan Indonesia untuk mendapatkan keuntungan, dan saling melengkapi kuat antara ekonomi kita, menciptakan peluang ekspor baru bagi bisnis Australia," imbuhnya.
Baca juga:
Ini dua solusi Menteri Bambang agar RI lepas dari jerat impor pangan
Menteri Airlangga tak puas kinerja ekspor motor RI baru 300.000 unit
Berantas produk selundupan, Menkeu bakal tertibkan importir borongan
5 Pro kontra Indonesia impor cangkul dari China
BPS: Nilai impor cangkul tidak besar, apalagi harganya murah
Kemendag beri izin impor 1,5 juta cangkul dari China
Ini strategi pemerintah Jokowi ciptakan lapangan kerja di Indonesia