LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

HUT RI ke-72,PLN beri kado listrik 24 jam ke Desa Loa Kumbar

Warga Desa Loa Kumbar di Kelurahan Loa Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur, hari ini bersenang hati. Setelah 72 Indonesia merdeka, desa mereka baru dialiri listrik PLN.

2017-08-14 17:18:49
PLN
Advertisement

Warga Desa Loa Kumbar di Kelurahan Loa Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur, hari ini bersenang hati. Setelah 72 Indonesia merdeka, desa mereka baru dialiri listrik PLN.

"Ini momentum menjelang 17 Agustus 2017, ini kado kemerdekaan bagi warga Loa Kumbar. Masuknya listrik ini, bagian dari hak masyarakat Indonesia," ujar GM PT PLN (Persero) Kaltim-Kaltara Rustamaji usai peresmian, Senin (14/8).

"Diharapkan bisa membantu rumah tangga, perekonomian, anak belajar lebih baik. Banyak yang bisa diharapkan dengan hadirnya listrik ini," ujarnya.

Dari 87 kepala keluarga (KK) yang tersambung listrik PLN, sudah sekitar 69 KK. Pembangunan instalasi jaringan PLN di Desa Loa Kumbar, menurut Rustamaji, menghabiskan dana tidak kurang dari Rp 1 miliar.

"69 KK tersambung, sisanya menyusul. Total pembangunan dengan menarik jaringan tegangan menengah sekitar 3,9 kilometer, kemudian jaringan tegangan rendahnya sekitar 700 meter. Total biaya Rp 1,7 miliar," sebut Rustamaji.

Proyek listrik di desa itu, sejatinya sudah dimulai sejak akhir 2015 lalu dan menemukan serangkaian kendala. "Kita bersyukur kerjasama dengan pemerintah hingga masyarakat paling bawah, semua selesai. Mudahan biaya (Rp 1,7 miliar) yang dikeluarkan bisa memberi manfaat bagi masyarakat," katanya.

Rustamaji menargetkan 97 persen wilayah Kaltim dan Kaltara teraliri listrik dalam dua tahun mendatang, terutama di wilayah pedesaan. Saat ini, rasio elektrifikasi di kedua wilayah tersebut sudah mencapai 89 persen.

Dia menambahkan menjadi tugas PLN untuk menerangi daerah terisolir, memang berada di pedesaan. Mewujudkan itu, PLN harus menggandeng pemerintah hingga pemerintah desa, yang memerlukan listrik.

"Semakin dekat dengan ujung PLN, semakin prioritas. Yang juga sangat membantu, juga ketersediaan infrastruktur. Kan perlu bawa material, kabel, kemudian bawa trafo yang beratnya ratusan kilometer," tambahnya.

Sementara, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, mengapresiasi upaya PLN, mewujudkan listrik 24 jam di Loa Kumbar. Sebelum dialiri listrik PLN, warga Loa Kumbar hanya menikmati listrik selama enam jam.

"Kenapa sempat terlambat pembangunan di sini, karena adanya pembangunan di sini karena dulu ada perusahaan-perusahaan kayu. Tapi sekarang sudah tutup," ujarnya.

"Akses ke Loa Kimbar, susah karena harus lewat sungai. Maka sekarang bangun jalan, listrik masuk, pendidikan ada semua. Jadi warga Loa Kumnar, tidak merasa terpinggirkan, tidak merasa tertinggal," tambahnya lagi.

Dengan hadirnya listrik di Samarinda, seluruh wilayah Samarinda pun kini sudah teraliri listrik PLN selama 24 jam. "Hampir tidak (ada daerah yang tidak teraliri listrik), ini terakhir," pungkasnya.

Advertisement

Baca juga:
Sambut HUT RI ke-72, PLN merdekakan 17 desa fakir listrik
Selain istana negara, dua wilayah DKI ini bebas pemadaman listrik
Bersama warga, PLN pulihkan pasokan listrik Kecamatan Gantung
Listriki daerah tertinggal, Kemendes PDTT gandeng General Electric
Mulai Agustus, dua pulau terpencil di Sulut dialiri listrik 24 jam
Jonan: Pasokan listrik saat Obama berlibur aman

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.