LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

HPJI ungkap penyebab jalan di Indonesia cepat rusak

Terkait proses pelaksanaan, Taufik menyampaikan, itu juga bisa berkontribusi untuk kerusakan dini. Beberapa hal seperti bahan material yang tidak tepat, sampai kontrol kualitas yang tak sesuai dengan standard merupakan faktor-faktor yang perlu diperbaiki.

2018-04-10 19:03:22
Jalan Rusak
Advertisement

Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) memberi perhatian perihal jalan raya yang sering cepat rusak di Tanah Air. HPJI mengingatkan tiga hal yang harus diperhatikan terkait pembangunan jalan, yakni proses desain, pelaksanaan, dan pemanfaatan.

Wakil Ketua Umum DPP HPJI, Taufik Widjojono, mengatakan pada dasarnya sebuah jalan raya itu pasti akan rusak dengan sendirinya karena termakan waktu. "Jalan itu memiliki umur, teknis yang sesuai dengan desain yang kita buat. Kita memang mendesain kerusakan jalan itu, atau kerusakan yang direncanakan tentunya sesuai dengan apa yang secara umum dipahami sebagai umur rencana," tuturnya di Kantor HPJI, Jakarta, Selasa (10/4).

Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu pun mencermati perihal adanya jalan-jalan yang cepat rusak sedari dini. "Misal dari desain itu karena mungkin ada faktor-faktor yang tidak diperhitungkan. Semisal, daerahnya sangat labil atau mungkin muka airnya tinggi. Itu faktor teknis," terang dia.

Advertisement

Terkait proses pelaksanaan, Taufik menyampaikan, itu juga bisa berkontribusi untuk kerusakan dini. Beberapa hal seperti bahan material yang tidak tepat, sampai kontrol kualitas yang tak sesuai dengan standard merupakan faktor-faktor yang perlu diperbaiki.

Soal proses pemanfaatan, dia memberi contoh perihal faktor lingkungan, yaitu banyaknya jalanan yang rusak akibat salah drainase. Dia menganggap, itu adalah penyebab yang paling sering terjadi. "Kalau dulu selokan itu lancar kemudian kanan kiri jalan muncul toko dan selokanya ditutup, maka airnya pindah ke tengah jalan. Itu umumnya terjadi di area urban, di perkotaan," jelas dia.

Dia mengimbau, pentingnya pemeliharaan jalan secara berlanjut demi mencegah terjadinya kerusakan jalan. "Dulu umur perbaikan itu hanya sekitar 10 tahun. Kalau sekarang ditingkatkan menjadi 20 tahun. Lebih mahal tapi secara keseluruhan lebih murah," jelas dia.

Advertisement

Reporter: Maulandy Rizki Bayu Kencana

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Perjuangan warga bersusah payah lewati jalan berlumpur
Pemerintah resmi gunakan aspal sampah plastik dan karet saat perbaiki jalan rusak
Lubang di Jalan DI Panjaitan hantui pengendara sepeda motor
Musim hujan, ruas jalan protokol di Bekasi banyak yang berlubang
Tak kunjung diperbaiki, jalan rusak di Kota Serang ditanami pohon pisang
Jalan Perimeter Utara Tangerang rusak parah, membahayakan pengendara
Guyuran hujan lebat ciptaan lubang raksasa di Rio de Janeiro

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.