LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Holding BUMN yang Urusi Baterai Kendaraan Listrik Ditargetkan Lahir Semester 1-2021

Pahala menjelaskan, konsorsium ini akan dimiliki bersama empat perusahaan BUMN dan akan berperan dalam industri baterai dari hulu ke hilir.

2021-02-02 16:35:18
Holding BUMN
Advertisement

Pemerintah akan membentuk konsorsium atau holding BUMN yang mengurus industri baterai kendaraan listrik dari hulu ke hilir. Konsorsium bernama Indonesia Battery Holding (IBH) ditargetkan lahir pada semester 1 tahun ini.

"Kita berharap pembentukan IBH ini dibentuk semester 1 tahun ini sudah sepakati," kata Wakil Menteri BUMN, Pahala Mansury dalam BUMN Media Talk berjudul EV Battery: Masa Depan Ekonomi Indonesia, secara virtual, Jakarta, Selasa (2/2).

Pahala menjelaskan, konsorsium ini akan dimiliki bersama empat perusahaan BUMN dan akan berperan dalam industri baterai dari hulu ke hilir.

Advertisement

"Ini dimiliki bersama oleh 4 perusahaan karena kita harus terintegrasi," kata dia.

Keempat perusahaan tersebut akan mengambil perannya secara berantai. Antam dan tambang akan mengurusi penyediaan bijih nikel sebagai bahan baku baterai. Bahan baku ini akan diolah menjadi perkursor dan katoda yang selanjutnya akan dikerjakan Pertamina untuk diolah.

Pertamina yang mengurus manufaktur produk hilir. Nantinya perusahaan ini akan membuat sel baterai, battery pack, serta Energy Storage System (ESS).

Advertisement

Sedangkan PLN akan membuat baterai sel, penyediaan infrastruktur SP KLU, pengisian daya kendaraan listrik dan integrator Energy Management System (EMS).

"Nah yang namanya value chain ini panjang sekali. Semua value chain ini ada di Indonesia Battery Cooporation," kata Pahala.

Mitra dengan Perusahaan China

Kemudian, lanjut Pahala, di bawah 4 konsorsium ini akan ada perusahaan yang dibentuk dan dikerjasamakan atau bermitra dengan perusahaan dari luar negeri seperti China, Jepang, Amerika Serikat atau Eropa.

"Nanti dimitrakan dengan perusahaan dari china, Jepang, Amerika Serikat dan Eropa," kata dia.

Alasannya beberapa perusahaan asal negara tersebut memang sudah dikenal sebagai pemain kelas dunia dalam bidang ini. Sehingga kerja sama tersebut tak hanya membawa modal tetapi juga teknologi dan pasar.

"Sebagai pemain utama global yang bisa membawa uang, teknologi dan pasar," kata dia mengakhiri.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.