Holding BUMN energi, Rini sebut Pertagas jadi bagian PGN
Dimana, PT Pertamina (Persero) akan memimpin holding tersebut sesuai dengan kajian Kementerian BUMN.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus melakukan pengkajian terkait pembentukan holding BUMN energi. Di mana, PT Pertamina (Persero) akan memimpin holding tersebut sesuai dengan kajian Kementerian BUMN.
Akan tetapi, Pertamina harus rela kehilangan salah satu anak usahanya yakni PT Pertamina Gas (Pertagas). Nantinya, Pertagas akan masuk ke bagian PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN).
"Pertagas masuk ke PGN, sehingga PGN jadi lebih besar lagi. Iya inbreng," ujar Rini di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (9/5).
Kendati demikian, Kementerian BUMN masih mengkaji holding tersebut. Apabila kajian tersebut selesai, Pertamina harus menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) guna memimpin holding BUMN energi.
"Dimana, harapannya Pertamina memiliki PGN, tetapi kemudian usaha gas dari Pertamina itu dimasukkan ke PGN," jelas dia.
Kemudian, kata Rini, PGN sebagai perusahaan publik akan mendapatkan Pertagas dari Pertamina seperti skema right issue.
Baca juga:
Pemerintah kaji penggabungan KAI dan INKA
Menteri Rini ajak mahasiswa bertukar pikiran dalam majukan BUMN
Manfaatkan satelit BRI, sektor perbankan siap bantu e-commerce
Menteri Rini dorong BUMN telematika terapkan layanan OTT
5 Alat perang Indonesia laku keras di dunia
Wapres JK lepas ekspor perdana kapal perang RI pesanan Filipina