Hipmi Diminta Terlibat Kembangkan Layanan Keuangan Syariah
Wakil Presiden Maruf Amin mengajak pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengambil bagian dalam modernisasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Utamanya di sektor-sektor unggulan seperti layanan keuangan syariah.
Wakil Presiden Maruf Amin mengajak pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengambil bagian dalam modernisasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Utamanya di sektor-sektor unggulan seperti layanan keuangan syariah.
"Mengajak Hipmi ambil bagian modernisasi ke sektor unggulan ekonomi dan keuangan syariah seperti layanan keuangan syariah," kata Maruf dalam Pembukaan Hipmi Syariah Preneur Indonesia di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (29/3).
Maruf menuturkan pelajaran yang bisa diambil dalam 2 tahun pandemi yakni akselerasi digitalisasi dalam ekonomi dan keuangan syariah. Namun hal ini tidak hanya berupa mengubah sistem menjadi digital saja, melainkan perlu adanya integrasi dari berbagai aspek. Mulai dari pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang andal di bidang keuangan dan ekonomi syariah hingga kolaborasi yang diperluas ke semua pihak.
Berbagai upaya tersebut menurutnya tidak akan bisa bergerak dengan optimal tanpa ada peran pengusaha. Sehingga dia sangat ingin para pengusaha untuk terlibat dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
"Semua instrumen yang dibuat tidak mungkin bisa termanfaatkan maksimal tanpa ada pengusaha. Rumahnya di pengusaha. Saya sering umpamakan ini seperti mobil yang penumpangnya pengusaha," kata dia.
Atasi Pengusaha Stunting
Untuk itu, Ma'ruf meminta pengusaha masuk dalam berbagai infrastruktur ekonomi dan keuangan syariah. Mulai dari bank syariah, asuransi dan sebagainya. Apalagi Hipmi sudah ada sejak lama dan anggotanya tersebar di seluruh Indonesia hingga ke pelosok daerah.
"Itu sebabnya Hipmi punya peran strategis untuk menginkubasi pengusaha di berbagai daerah sekaligus memperbanyak pengusaha nasiona," kata dia.
Tak hanya itu, Maruf juga menginginkan para pengusaha yang sudah menjalankan prinsip syariah menjadi lebih besar dan diperbanyak. Dia meyakini dengan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah pengusaha-pengusaha muda menjadi pemain besar skala nasional.
Dia tidak ingin pengusaha Indonesia mengalami stunting, yakni tidak berkembang menjadi pengusaha besar. "Membesarkan pengusaha kecil, jangan jadi pengusaha stunting, tidak gede-gede atau kerdil," kata dia.
Hal ini akan menjadi program pemerintah. Mengatasi masalah stunting bukan hanya pada anak yang kekurangan gizi. Melainkan mendorong pengusaha kecil itu berkembang menjadi besar.
"Ini supaya didorong dan pemerintah akan mendukung penanggulangan stunting sebagai prioritas, bukan hanya stunting pertumbuhan anak, tapi pengusaha juga jangan menjadi stunting," kata dia.
(mdk/azz)