Heboh Pertalite Boros, Cek Dulu Kendaraan Anda Cocok Tidak Pakai RON 90
Berbagai jenis bahan bakar akan memberikan dampak berbeda menyesuaikan tingkat kompresi mesin kendaraan. Sebab, masing-masing kendaraan memiliki spesifikasi berbeda, terutama dari Research Octane Number (RON). Semakin tinggi angka RON, maka akan menghasilkan performa lebih baik untuk mesin tertentu.
Kabar miring tentang bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite jadi lebih boros mencuat usai mengalami kenaikan harga dari Rp7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Bahkan ada yang mengatakan BBM RON 89 milik SPBU Vivo lebih irit dibandingkan Pertalite.
Namun apakah hal tersebut memang dikarenakan oleh bensin?
Berbagai jenis bahan bakar akan memberikan dampak berbeda menyesuaikan tingkat kompresi mesin kendaraan. Sebab, masing-masing kendaraan memiliki spesifikasi berbeda, terutama dari Research Octane Number (RON). Semakin tinggi angka RON, maka akan menghasilkan performa lebih baik untuk mesin tertentu.
Melansir dari Petro Online, RON merupakan angka yang digunakan untuk mengukur nilai oktan pada BBM. Sedangkan nilai oktan merupakan kemampuan bahan bakar untuk menahan ketukan atau knocking selama proses pembakaran kendaraan.
RON menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan di ruang pembakaran kendaraan. Semakin tinggi nilai RON, maka semakin banyak knocking yang dapat ditahan dalam proses pembakaran.
Efek samping dari knocking saat pembakaran beragam, seperti menyebabkan konsumsi BBM menjadi lebih boros. Bahkan Pertamina menyebut knocking dapat merusak komponen tertent dalam kendaraan, misalnya piston, klep dan dinding ruang pembakaran.
Pertalite sendiri memiliki nilai oktan (RON) 90. BBM bersubsidi ini banyak digunakan di Indonesia karena dianggap cocok dengan jenis kendaraan moil di Tanah Air. Sebab jenis Pertalite cocok digunakan untuk kendaraan dengan rasio kompresi mesin 9:1 sampai 10:1.
Perbandingan kompresi mesin motor perlu diperhatikan. Dengan mengetahui kompresi mesin motor dan juga rasionya, hal ini akan membantu dalam menentukan jenis bahan bakar atau bensin mana yang sekiranya cocok untuk digunakan.
Biasanya, semakin tinggi rasionya, maka semakin tinggi juga nilai oktan dan kualitas bensin yang digunakan. Anda bisa mengetahui angka rasio kompresi mesin kendaraan di buku manual atau menanyakannya langsung ke dealer. Produsen juga biasanya memberi rekomendasi jenis bahan bakar berupa stiker pemberitahuan di area tutup tangki.
Bila rasio kompresi mesin kendaraan Anda 11:1, namun menggunakan Pertalite maka yang akan terjadi adalah proses pembakaran telat. Hal ini menyebabkan knocking yang biasanya ditandai gejala tenaga dan torsi berkurang dari biasanya.
Kondisi Mesin
Meski demikian, borosnya bensin tidak hanya dipengaruhi dari RON bensin yang tidak tepat dengan rasio kompresin kendaraan. Namun, kondisi mesin yang kurang baik juga akan berpengaruh pada performa mesin dalam melakukan pembakaran.
Dikutip dari akun tiktok @astrocustom yang membagikan alasan dari bensin motor yang boros, pertama apabila anda jarang ganti oli rutin sebulan satu kali itu juga bisa menjadi penyebab mengapa bensin motor anda boros.
"Kalau jarang ganti oli, mesin motor jadi bekerja lebih berat," ucap @astrocustom.
Penyebab kedua yakni karena filter udara yang kotor. Perlu diketahui filter udara menjadi peran penting dalam proses pembakaran bensin.
"Kedengarannya sepele ya, tapi filter udara yang kotor itu bisa membuat aliran udara ke ruang bakar jadi tersendat. Jadi proses pembakarannya tidak sempurna deh," terang dia.
Alasan yang terakhir yakni karena busi yang sudah haus. "pembakaran mesin yang kurang maksimal ini akibat daya ledak busi yang menurun pasti benci jadi lebih boros, karena bensin yang tidak terbakar secara maksimal," tambahnya.
(mdk/azz)