LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Hatta susah tidur gara-gara cuaca ganggu distribusi bahan pokok

Cuaca buruk juga membuat pengiriman premium dan solar ke Indonesia timur terhambat.

2014-01-21 11:28:30
sembako
Advertisement

Cuaca buruk terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia menjadi perhatian pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, mulai banyak yang melaporkan tersendatnya pasokan bahan pokok dan energi.

Situasi ini menurut Hatta mengancam rencana pemerintah menjaga target inflasi. "Dalam rapat kabinet disebutkan peperangan kita adalah inflasi dan menjaga harga pangan. Tidur saya sedang tidak nyenyak karena dari pantauan ada gangguan suplai bahan makanan," ujarnya selepas membuka Indonesia Investor Forum ke-3, di Jakarta, Selasa (21/1).

Hatta mengaku sudah berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog). BUMN itu diminta langsung mengintervensi pasar jika ada gangguan pasokan, khususnya untuk beras.

Advertisement

"Saya sudah berkoordinasi dengan dirut Bulog, saya minta koordinasi setiap sore. Jangan menunggu perintah, jika ada gangguan langsung intervensi," kata Hatta.

Pemerintah juga sudah menerima laporan PT Pertamina terkait pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM). Cuaca buruk diperkirakan membuat pengiriman premium dan solar ke Indonesia timur terhambat.

Apalagi Kementerian Perhubungan sudah menyampaikan usulan agar tak berlayar selama gelombang tinggi masih terjadi seperti sekarang. Jika beberapa hari mendatang kondisi tak membaik, Hatta mengatakan akan segera meminta bantuan TNI AL.

Advertisement

"Daerah di Sulawesi Utara seperti Talaud, Sitor, akan terganggu, demikian juga Sulawesi Selatan seperti Pulau Selayar, terganggu. Kalau terganggu kita minta TNI AL untuk mengangkut," tegasnya.

Sebelumnya Kementerian Perdagangan meyakini inflasi Januari akan tinggi. Apalagi awal tahun biasanya memang ditandai dengan kenaikan indeks harga konsumen akibat cuaca dan faktor belum masuk masa panen.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, tahun lalu, inflasi Januari mencapai 1,03 persen. Saat itu, cuaca buruk jadi biang keladinya, sehingga harga komoditas segar mengalami kenaikan.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengakui bahwa ada banyak faktor yang menunjukkan tanda-tanda inflasi melonjak awal 2014. Tapi, dia optimis target inflasi di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini sebesar 4,9-5,5 persen masih realistis.

Pemerintah, menurut menkeu, wajib menjaga pergerakan harga pangan yang mempengaruhi inflasi bergerak (volatile) dan harga diatur pemerintah (administered price).

"Yang mesti dijaga pemerintah yaitu inflasi di luar inti, misalnya pasokan, distribusi, administered, serta pangan bergejolak," kata Chatib.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.