Harga Plastik Naik 80 Persen, Pemerintah Putar Otak Cari Solusi
Pemerintah saat ini sedang merumuskan strategi mitigasi untuk mengatasi kenaikan harga plastik yang disebabkan oleh lonjakan biaya bahan baku.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini sedang merumuskan langkah mitigasi terkait lonjakan harga plastik. Kenaikan harga ini disebabkan oleh meningkatnya biaya bahan baku akibat ketidakpastian pasokan global, termasuk dampak dari konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Ia menegaskan bahwa situasi ini telah mempengaruhi pelaku UMKM, sehingga pemerintah berupaya untuk menjaga keberlangsungan usaha kecil dan menengah. Saat ditemui di Kantor Kementerian UMKM, Maman mengakui bahwa banyak pelaku UMKM yang telah mengeluhkan kenaikan harga plastik untuk kemasan produk mereka.
"Sudah ada aspirasi yang masuk. Kebutuhan plastik untuk bungkus produk memang naik. Tapi kami akan siapkan mitigasinya," kata Maman, dikutip dari Antara, Selasa (7/4).
Dia menambahkan bahwa Kementerian UMKM akan berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan untuk menentukan langkah-langkah yang tepat dalam mengatasi dampak dari kenaikan harga bahan baku plastik. Mengenai rincian langkah yang akan diambil, Maman berpendapat bahwa saat ini masih terlalu awal untuk menjelaskan sebelum pembahasan teknis selesai.
Harga plastik dalam negeri dilaporkan mengalami lonjakan antara 30 hingga 80 persen, yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Israel, serta Iran.
Gejolak tersebut telah mengganggu pasokan bahan baku utama plastik dan mendorong kenaikan harga di pasar domestik. Gangguan distribusi nafta, yang merupakan turunan dari minyak bumi, serta lonjakan harga minyak global disebut-sebut sebagai faktor utama penyebab kenaikan ini.