Harga Operasional Bus Listrik Akan Dipatok Sebanding dengan Transjakarta
Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono mengatakan untuk biaya operasional bus listrik ini sendiri akan sebanding dengan kendaraan seperti Transjakarta pada umumnya. Meski secara pembelian kendaraan ini lebih besar, namun dia memastikan biaya operasional akan dipatok murah.
PT Transjakarta secara resmi memperkenalkan bus listrik ke masyarakat DKI di Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di sekitaran Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (5/5).
Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono mengatakan untuk biaya operasional bus listrik ini sendiri akan sebanding dengan kendaraan seperti Transjakarta pada umumnya. Meski secara pembelian kendaraan ini lebih besar, namun dia memastikan biaya operasional akan dipatok murah.
"(Untuk tarif) tidak naik. Belinya mahal tapi operasionalnya murah," katanya saat ditemui di lokasi.
Agung mengatakan sebagai tahap awal bus listrik ini nantinya akan diuji coba untuk dua koridor. Pertama yakni rute Blok M - Kota, kemudian kedua untuk rute Ragunan - Dukuh Atas.
"Nanti akan diuji coba dua rute Blok M sampai Kota koridor 1 ini dan satu lagi ragunan sampai Dukuh Atas," imbuhnya.
Untuk tahap uji coba sendiri pihaknya masih mengkaji apakan nantinya akan digratiskan atau dikenakan biaya tarif. "Nanti tergantung uji cobanya. Kalau di Monas pra uji coba sebagai bus wisata nanti kita gratiskan. Tapi untuk yang jalur ini kita akan hitung lagi," jelasnya.
Agung membeberkan beberapa manfaat dan keunggulan beroperasinya bus listrik di Jakarta. Selain ramah lingkungan, menurutnya kendaraan ini juga mampu membawa angin segar bagi warga Jakarta. Tak hanya itu, beroperasinya bus listrik ini juga akan mendorong perkembangan di sektor industri otomotif.
"Kendaraan listrik ini selain kesempatan dipakai oleh masyarakat dan angkutan umum tapi juga kesempatan mengembangkan sebuah industri baru buat Indonesia karena itu layak buat didorong dan apalagi ini adalah masa depan," sebutnya.
Di samping itu, bagi Indonesia sendiri ini menjadi kesempatan besar apabila mau mengembangkan kendaraan listrik. Namun demikian, industri kendaraan listrik ini harus dibangun dengan proses yang panjang.
"Nah listrik ini kan sesuatu yang baru, kesempatannya ada di sini karena negara-negara di dunia belum banyak juga yang pakai," tandasnya.
Baca juga:
Jumlah Pelanggan Transjakarta Tembus 800 Ribu Orang
Selama Puasa, Penumpang di Dalam MRT Diizinkan Minum dan Makan Saat Waktu Berbuka
Diskon Setengah Harga Tarif MRT Jakarta Diperpanjang Hingga 12 Mei 2019
Anies Baswedan Resmikan Kawasan Terintegrasi Dukuh Atas
Anies Resmikan Kawasan Terintegrasi Dukuh Atas