Harga Minyak Internasional Jatuh Usai Kekhawatiran Gelombang Kedua Corona di Dunia
OPEC +, kelompok Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen sekutunya termasuk Rusia, khawatir gelombang kedua pandemi yang berkepanjangan dan lonjakan produksi Libya dapat mendorong pasar minyak menjadi surplus tahun depan.
Harga minyak dunia turun pada perdagangan Jumat lalu. Harga minyak turun di tengah kekhawatiran meningkatnya kasus pandemi Covid-19 di Amerika dan Eropa. OPEC +, kelompok Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen sekutunya termasuk Rusia, khawatir gelombang kedua pandemi yang berkepanjangan dan lonjakan produksi Libya dapat mendorong pasar minyak menjadi surplus tahun depan.
Dilansir dari CNBC, Sabtu (17/10), mentah berjangka Brent turun 23 sen menjadi USD 42,93 per barel, dan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun 8 sen menjadi USD 40,88 per barel.
“Kenyataannya adalah kita sekarang melihat penyebaran pandemi yang cukup aktif di seluruh Eropa dan menyebar lagi di Amerika Utara, dan itu berpotensi akan membebani pemulihan permintaan minyak,” kata Kepala Penelitian Komoditas di National Bank Australia, Lachlan Shaw.
Sementara itu, beberapa negara Eropa menghidupkan kembali jam malam dan penguncian (lockdown) untuk melawan lonjakan kasus virus. Inggris memberlakukan pembatasan Covid-19 yang lebih ketat di London.
Selanjutnya
Komite Teknis Bersama dari OPEC+ membahas skenario terburuk mereka selama pertemuan bulanan virtual pada hari Kamis.
Komite Pemantau Bersama Kementerian (JMMC) kelompok itu, akan mempertimbangkan prospek saat bertemu pada hari Senin. JMMC diharapkan dapat membuat rekomendasi kebijakan.
OPEC+ pun mengatur untuk mengurangi pengurangan pasokan saat ini sebesar 7,7 juta barel per hari (bph) sebesar 2 juta barel per hari di bulan Januari.
Reporter Magang : Brigitta Belia
(mdk/bim)