Harga minyak dunia turun setelah rilis data persediaan AS
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, turun tipis USD 0,02 menjadi menetap di USD 63,95 per barel di New York Mercantile Exchange.
Harga minyak dunia bergerak turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Ini terjadi karena para investor mempertimbangkan data persediaan minyak Amerika Serikat yang baru dirilis.
Persediaan minyak mentah AS turun 6,9 juta barel pada pekan yang berakhir 12 Januari menjadi 412,7 juta barel, mencatat penurunan mingguan keenam berturut-turut yang memperlebar penurunan tahun-ke tahun sebesar 1,8 persentase poin menjadi 15,0 persen, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam laporan mingguannya Kamis (18/1).
Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa persediaan produk beragam, dengan bensin naik 3,6 juta barel menjadi 240,9 juta, 2,2 persen di bawah tingkat tahun lalu, sementara sulingan turun 3,9 juta barel menjadi 139,2 juta, turun 17,7 persen tahun ke tahun.
Sementara itu, media melaporkan Bank of America Merrill Lynch dan Morgan Stanley menaikkan perkiraan harga minyak mentah awal pekan ini, sementara Goldman Sachs mengatakan risiko harga melampaui target saat ini meningkat.
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, turun tipis USD 0,02 menjadi menetap di USD 63,95 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret turun USD 0,07 menjadi ditutup pada USD 69,31 per barel di London ICE Futures Exchange.
Baca juga:
Harga minyak dunia naik tipis jelang data persediaan AS
Menteri Jonan sahkan amandemen 1 KK & 18 PKP2B, penerimaan diproyeksi naik Rp 360 M
ESDM dorong kontraktor migas dan tambang libatkan masyarakat lokasi produksi
Siap siap, proyek Jambaran-Tiung Biru segera buka 3.800 lowongan kerja
Harga minyak menguat ditopang anjloknya persediaan AS