Harga minyak dunia naik tipis jelang data persediaan AS
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, naik USD 0,24 menjadi menetap di USD 63,97 per barel di New York Mercantile Exchange.
Harga minyak dunia naik tipis pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Ini terjadi karena para investor menunggu rilis laporan persediaan minyak Amerika Serikat.
Persediaan minyak mentah AS diperkirakan turun 3,6 juta barel dalam pekan yang berakhir 12 Januari, menurut sebuah jajak pendapat awal Reuters.
Sementara itu, media melaporkan Bank of America Merrill Lynch dan Morgan Stanley menaikkan perkiraan harga minyak mentah awal pekan ini, sedangkan Goldman Sachs mengatakan risiko-risiko harga melampaui target saat ini meningkat.
Bank of America Merrill Lynch pada Senin (15/1) menaikkan perkiraan harga Brent 2018 menjadi USD 64 per barel dari USD 56, memproyeksikan defisit 430.000 barel per hari (bpd) dalam produksi minyak dibandingkan dengan permintaan tahun ini.
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, naik USD 0,24 menjadi menetap di USD 63,97 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret, naik USD 0,23 menjadi ditutup pada USD 69,38 per barel di London ICE Futures Exchange.
Baca juga:
Menteri Jonan sahkan amandemen 1 KK & 18 PKP2B, penerimaan diproyeksi naik Rp 360 M
ESDM dorong kontraktor migas dan tambang libatkan masyarakat lokasi produksi
Siap siap, proyek Jambaran-Tiung Biru segera buka 3.800 lowongan kerja
Harga minyak menguat ditopang anjloknya persediaan AS
Harga minyak dunia terus menguat usai penurunan stok AS