Harga minyak dunia naik jelang keluarnya data persediaan AS
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik USD 0,50 menjadi menetap di USD 63,51 per barel di New York Mercantile Exchange.
Harga minyak bergerak naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Kenaikan harga terjadi saat para pedagang menunggu data persediaan minyak mentah AS yang dijadwalkan akan dirilis oleh Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu waktu setempat.
Persediaan minyak mentah AS, yang secara luas dilihat sebagai uji lakmus dari tren yang lebih luas dalam persediaan minyak global, diperkirakan akan meningkat sebesar dua juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg, Selasa (3/4).
Para analis mengaitkan bagian dari kenaikan minyak pada Selasa (3/4) dengan pemulihan teknis dari aksi jual sehari sebelumnya. Pada Senin (2/4), harga minyak jatuh, dengan minyak mentah AS turun hampir tiga persen, karena kemunduran ekuitas mengguncang para investor yang gelisah.
Pedagang-pedagang juga didorong oleh komentar Menteri Energi Rusia Alexander Novak pada Selasa (3/4) bahwa sebuah organisasi gabungan untuk kerja sama antara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara-negara non-OPEC dapat dibentuk setelah kesepakatan saat ini tentang pembatasan produksi minyak berakhir pada akhir tahun ini, menurut laporan-laporan media.
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik USD 0,50 menjadi menetap di USD 63,51 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni, naik USD 0,48 menjadi ditutup pada USD 68,12 per barel di London ICE Futures Exchange.
Baca juga:
Perang dagang AS-China picu penurunan harga minyak dunia
Buka perdagangan saham, Petrochina beri sinyal kembangkan bisnis di RI
Harga minyak dunia naik pasca rig pengeboran AS menurun
AS akan jadi eksportir LNG terbesar ketiga dunia di 2020
Harga minyak dunia turun tipis tertekan pelemahan ekuitas dan kenaikan persediaan AS