Harga minyak dunia naik didukung optimisme pemotongan pasokan
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November, naik USD 0,81 menjadi USD 50,79 per barel di New York Mercantile Exchange.
Harga minyak dunia bergerak menguat pada Kamis (Jumat pagi WIB). Kenaikan harga terjadi di tengah harapan bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen minyak utama lainnya akan memperpanjang kesepakatan pemotongan produksi.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, janji OPEC dan produsen minyak lainnya termasuk Rusia untuk mengurangi produksi minyak guna menaikkan harga dapat diperpanjang hingga akhir 2018, dan bukannya berakhir pada Maret 2018, menurut laporan media seperti ditulis Antara, Jumat (6/10).
Sementara itu, Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan, Moskow akan mendukung negara-negara baru yang bergabung dalam kesepakatan untuk membatasi pasokan minyak.
Menteri Energi dan Industri Arab Saudi Khalid Al-Falih juga mengungkapkan optimismenya mengenai perpanjangan pembatasan produksi menjelang kunjungan bersejarah raja Saudi ke Rusia pada Kamis (5/10).
Para analis mengatakan bahwa pernyataan-pernyataan 'bullish' dari menteri energi Rusia dan Saudi memberi dukungan kuat terhadap harga minyak.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November, naik USD 0,81 menjadi USD 50,79 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember, naik USD 1,20 menjadi ditutup pada USD 57,00 per barel di London ICE Futures Exchange.
Baca juga:
Negara berpotensi rugi akibat cost recovery, Arcandra makin pede promosi gross split
Harga minyak dunia anjlok tiga hari berturut-turut
Harga minyak dunia merosot akibat kekhawatiran kelebihan pasokan
Ingin harga minyak naik, Uni Emirat Arab pangkas produksi 139.000 barel per hari
PGN Tak bisa monopoli, harga gas ke pelanggan ditentukan menteri ESDM