LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Harga minyak dunia anjlok, Repsol jual aset dan pecat karyawan

Belanja modal perusahaan juga akan dipangkas untuk beberapa tahun ke depan.

2015-10-15 16:19:04
harga minyak dunia
Advertisement

Anjloknya harga minyak dunia memukul perusahaan energi dunia. Bahkan, perusahaan besar seperti Repsol harus menjual aset serta memecat karyawannya.

Produsen minyak asal Spanyol, Repsol mengumumkan akan menjual lebih dari 6 miliar euro (USD 6,89 miliar ata setara Rp 93,3 triliun) aset perusahaan dan memangkas belanja modal untuk lima tahun mendatang. Hal ini dilakukan perusahaan untuk membayar utang dan membayar dividen pada investor. Repsol telah berkomitmen akan memberi dividen 1 euro per lembar sahap pada investor.

Dalam rencana strategisnya, Repsol berjanji akan memberikan dividen atau imbas hasil pada investor. Padahal, harga minyak dunia saat ini sangat rendah yaitu sekitar USD 50 per barel. Padahal, puncak harga minyak dunia pernah menyentuh USD 115 per barel.

Advertisement

Dilansir dari Financial Times, Repsol juga berencana akan memecat tenaga kerja secara global sebesar 6 persen selama tiga tahun ke depan.

Repsol adalah salah satu perusahaan energi terbesar di Eropa dan tidak bisa bertahan karena rendahnya harga minyak dunia. Harga minyak dunia anjlok karena melimpahnya pasokan AS dan lambatnya permintaan dari China. Selain itu, keputusan OPEC yang tidak mau mengurangi produksi juga memicu rendahnya harga minyak.

Keputusan mengejutkan ini diambil Repsol sesaat setelah perusahaan membeli perusahaan minyak Kanada, Talisman seharga USD 8,3 miliar. Kesepakatan ini membuat utang perusahaan membengkak.

Advertisement

Tujuan perusahaan saat ini adalah menjual aset hingga 6,2 miliar euro hingga 2020, termasuk eksplorasi dan produksi hilir. Total angka ini termasuk penjualan bagian unit pipa gasnya yang dilakukan bulan ini.

Belanja modal perusahaan juga akan dipotong tajam menjadi hanya USD 4,1 miliar pada 2020. Angka ini turun hampir 40 persen dari tahun lalu, di mana belanja modal perusahaan mencapai USD 6,7 miliar. Selain itu, Repsol juga menunda pengeluaran untuk proyek baru dan perusahaan berharap bisa mengantongi 2,1 miliar euro dalam tiga tahun ini.

Baca juga:
Harga minyak dunia anjlok, Shell hentikan 'ngebor' minyak di Alaska
Cadangan devisa merosot, Arab Saudi tarik dana investasi luar negeri
Menengok ambruknya ekonomi Arab Saudi, utang sana-sini
Kebijakan suku bunga The Fed picu penurunan harga minyak dunia
Harga minyak anjlok, Pertamina diminta turunkan harga BBM

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.