LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Harga karet anjlok parah, petani mulai cari pekerjaan lain

Wakil Bupati Musi Banyuasin, Beni Hernedi mengatakan, harga karet idealnya berada di angka Rp 14 ribu sampai Rp 16 ribu per kilogram. Sedangkan saat ini hanya berada di kisaran Rp 6 ribu sampai Rp 8 ribu per kilogram.

2017-12-04 15:28:58
Ekonomi Indonesia
Advertisement

Pemerintah mengakui banyak petani karet mulai mencari pekerja lain karena anjloknya harga komoditi tersebut sejak beberapa tahun terakhir. Hingga kini, belum diketahui kapan harga komoditas itu mulai membaik atau di angka belasan ribu rupiah.

Berdasarkan data dari Unit Pengolahan dan Pemasaran Bersama (UPPB), harga karet saat ini hanya Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu per kilogram. Sedangkan jika petani menjual ke tempat lain sekitar Rp 5 ribu per kilogram.

"Memang harga karet sekarang sedang turun, akibatnya animo petani turun (beralih ke pekerjaan lain," ungkap Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, Fahrurrozi, Senin (4/12).

Advertisement

Meski demikian, kata dia, produksi karet di Sumsel masih terbilang stabil. Setiap tahun, tercatat 1,1 juta ton karet Sumsel diproduksi dari luas lahan sekitar 1,3 juta hektar. "Sejauh ini belum begitu berpengaruh ke produksi, jumlahnya masih cukup bagus," kata dia.

Menurut dia, agar harga karet berada di angka ideal, pihaknya melakukan sosialisasi terkait peningkatan kualitas dan perbaikan tata niaga. Terlepas dari itu, harga karet juga terpengaruh dari kondisi global dan permintaan pasar.

"Setidaknya dengan tata niaga bisa mengatur penjualan tidak terlalu panjang, bisa dipotong biar harganya tidak terlalu rendah. Untuk harga stabil kita belum tahu kapan, tapi diupayakan," kata dia.

Advertisement

Wakil Bupati Musi Banyuasin, Beni Hernedi mengatakan, harga karet idealnya berada di angka Rp 14 ribu sampai Rp 16 ribu per kilogram. Sedangkan saat ini hanya berada di kisaran Rp 6 ribu sampai Rp 8 ribu per kilogram.

"Saya minta harganya jangan turun lagi karena pengaruhnya ekonomi masyarakat, daya beli masyarakat bisa menurun," pungkasnya.

Baca juga:
GPN tekan pegawai pajak nakal manipulasi data transaksi WP
Menteri Sri Mulyani blak-blakan penyebab defisit BPJS Kesehatan
Hingga Oktober, jumlah turis kunjungi Indonesia tembus 11,62 juta
Akibat erupsi Gunung Agung, wisatawan asing ke Bali turun 87,9 ribu
Bos BI beberkan tujuan pembentukan sistem Gerbang Pembayaran Nasional

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.